<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="111543">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH KECANDUAN MEDIA SOSIAL DAN INTERAKSI SOSIAL TERHADAP GANGGUAN MENTAL EMOSIONAL REMAJA KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Firzi Fashan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Imu Sosial dan Politik</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Gangguan mental emosional pada remaja masih menjadi permasalahan yang belum terselesaikan di Indonesia. Hal ini disebabkan oleh faktor biologis, psikologis, lingkungan, serta sosio-budaya. Kecanduan media sosial dan interaksi sosial menjadi salah satu faktor sosio-budaya nya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kecanduan media sosial dan interaksi sosial terhadap gangguan mental emosional pada remaja. Landasan teori yang digunakan yaitu teori ketergantungan media dengan pendekatan kuantitatif metode survei.   Hasil analisis 295 data  diolah menggunakan program IBM SPSS 25 menggunakan Uji F dan uji t. Uji F menunjukkan bahwa p-value kecanduan media sosial (X1) dan interaksi sosial (X2) adalah 0,000 dan  &lt; 0,005, sehingga secara simultan kedua variabel ini memberikan pengaruh signifikan terhadap gangguan mental emosional (Y).  Hasil uji t menunjukkan bahwa kecanduan media sosial (X1) memiliki nilai t hitung (9,052) &gt; t tabel (1,968) sehingga berpengaruh signifikan terhadap gangguan mental emosional, sedangkan interaksi sosial (X2) memiliki nilai t hitung (0,907) &lt; t tabel (1,968) sehingga tidak berpengaruh terhadap gangguan mental emosional. Hasil uji R Square  menunjukkan nilai R Square 0,234 (23%) berarti variabel independen mempengaruhi variabel dependen sebesar 24% sedangkan sisa 76%  dijelaskan oleh variabel lain. Dengan meningkatnya penggunaan media saat ini membuat masyarakat mengalami kecanduan media sosial yang berpengaruh terhadap ganggguan pada mental emosional remaja dan interaksi sosial tidak dapat mengindikasikan terjadinya gangguan mental emosional. Peneliti menyarankan agar masyarakat dapat menggunakan media secara bijak dan lebih memperhatikan kesehatan mentalnya agar tidak terjadi gangguan mental emosional.&#13;
&#13;
Kata Kunci: kecanduan media sosial, interaksi sosial, kesehatan mental, gangguan mental emosional</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>111543</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-06-20 14:31:03</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-06-20 15:49:30</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>