<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="111497">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS STABILISASI TANAH MENGGUNAKAN CAMPURAN ABU VULKANIK DITINJAU DARI NILAI KUAT GESER PADA TANAH QUARRY DESA MEUNASAH RAYEUK, KAWAY XVI, ACEH BARAT</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Reza Mulia</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Sipil</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tanah lempung ekspansif yang terdapat di daerah quarry Meunasah Rayeuk, Kaway XVI, Aceh Barat merupakan salah satu sumber material timbunan yang sering digunakan sebagai material konstruksi jalan di area Aceh Barat. Pada tanah ini berdasarkan warnanya terdapat tiga jenis tanah, yaitu tanah merah, kuning, dan abu-abu. Ketiga jenis tanah ini memiliki nilai PI sebesar 20,10% untuk tanah merah, 24,16% untuk tanah kuning, dan 15,02% untuk tanah abu-abu serta  termasuk dalam klasifikasi tanah A-7-6 menurut AASHTO. Namun, dari ketiga jenis tanah tersebut, tanah abu-abu teridentifikasi mengandung mineral montmorillonite, sehingga tanah tersebut tidak layak digunakan sebagai material tanah timbunan pada lapisan dasar jalan. Oleh karena itu, perlu dilakukan stabilisasi dengan campuran abu vulkanik yang diambil dari Kecamatan Wih Pesam Kabupaten Bener Meriah. Tujuan dari penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik tanah berdasarkan sifat fisis, pemadatan dan kuat geser tanah serta pengaruh pencampuran tanah dengan bahan stabilisasi yaitu abu vulkanik terhadap kuat geser tanah. Metode penelitian ini dilakukan berupa pengujian kadar air, berat jenis, batas Atterberg, particle size analyzer (PSA), pemadatan standar, dan kuat geser langsung untuk tanah asli. Sedangkan untuk tanah campuran abu vulkanik dilakukan pengujian berupa pemadatan standar dan kuat geser langsung. Variasi penambahan abu vulkanik adalah 12,5%, 15%, 17,5%, dan 20% dari berat kering tanah. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan penambahan abu vulkanik terhadap ketiga jenis tanah mampu meningkatkan nilai kuat geser dari kondisi aslinya. Pada spesimen tanah merah, peningkatan tertinggi terjadi pada variasi campuran 12,5% abu vulkanik sebesar 1,008 kg/cm2 dari 0,767 kg/cm2. Pada spesimen tanah kuning, peningkatan tertinggi terjadi pada variasi campuran 17,5% abu vulkanik sebesar 1,207 kg/cm2 dari 1,028 kg/cm2. Pada spesimen tanah abu-abu, peningkatan tertinggi terjadi pada variasi campuran 20% abu vulkanik sebesar 1,079 kg/cm2 dari 0,735 kg/cm2.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>111497</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-06-20 09:59:55</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-06-20 11:22:01</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>