<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="111480">
 <titleInfo>
  <title>SISTEM PENGONTROLAN GRATE COOLER MENGGUNAKAN APLIKASI VIJEO CITECT BERBASIS HUMAN MACHINE INTERFACE (HMI) DI PT. SOLUSI BANGUN ANDALAS</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhammad Asrafilk Mursalin</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik (D3)</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Laporan Kerja Praktek</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Grate cooler merupakan salah satu komponen penting dalam proses pembuatan semen yang bertanggung jawab untuk mendinginkan clinker panas dari kiln. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kinerja grate cooler dalam proses pendinginan pada industri semen dan memahami faktor-faktor yang memengaruhi efisiensi pendinginan.&#13;
&#13;
	Metode penelitian yang digunakan meliputi pengumpulan data operasional grate cooler, pengamatan langsung, serta analisis data. Data operasional termasuk suhu masukan clinker, suhu keluaran clinker, suhu udara pendingin, aliran udara, dan faktor-faktor lain yang relevan. Pengamatan langsung dilakukan untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang kondisi operasional grate cooler.&#13;
&#13;
	Hasil penelitian menunjukkan bahwa grate cooler secara efektif mendinginkan clinker dari suhu tinggi menjadi suhu yang lebih rendah sebelum diumpankan ke cement mill. Namun, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kinerja grate cooler, antara lain suhu masukan clinker, aliran udara pendingin, kecepatan grate cooler, dan desain geometri grate cooler.&#13;
&#13;
	Peningkatan suhu masukan clinker menyebabkan beban kerja grate cooler meningkat dan dapat mengurangi efisiensi pendinginan. Aliran udara pendingin yang cukup penting dalam proses pendinginan, karena udara yang cukup akan membantu memindahkan panas dari clinker. Kecepatan grate juga berperan dalam efisiensi grate cooler, dimana kecepatan yang terlalu cepat dapat mengurangi waktu kontak antara clinker dan udara pendingin. Selain itu, desain geometri grate cooler yang baik juga berperan penting dalam memaksimalkan pertukaran panas antara clinker dan udara pendingin.&#13;
&#13;
	Dalam rangka meningkatkan kinerja grate cooler, diperlukan pemantauan dan pengendalian yang baik terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi efisiensi pendinginan. Optimalisasi suhu masukan clinker, aliran udara pendingin, kecepatan grate cooler, dan desain geometri grate cooler dapat membantu meningkatkan efisiensi pendinginan dan mengurangi konsumsi energi dalam industri semen.&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>111480</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-06-19 19:43:50</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-06-20 10:20:45</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>