<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="111476">
 <titleInfo>
  <title>STRUKTUR KOMUNITAS AVERTEBRATA AIR INVASIF PADA EKOSISTEM TERUMBU KARANG DI PERAIRAN KRUENG RAYA, ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Riska Mulia</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kelautan dan perikanan</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Ekosistem terumbu karang mempunyai peran vital di perairan sehingga kerusakan ekosistem terumbu karang dapat menurunkan fungsi-fungsi ekologi maupun sosial-ekonominya yang dapat berdampak pada ketidakseimbangan lingkungan. Biota-biota yang berasosiasi dengan terumbu karang ada yang dapat menyebabkan kerusakan pada struktur komunitas karang, terutama avertebrata air invasif yang bersifat sebagai predator karang. Keberadaan avertebrata air invasif yang melimpah dapat memberikan dampak pada menurunnya struktur komunitas karang ataupun kelimpahan jenis karang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas avertebrata air invasif melalui pendekatan kelimpahan, keanekaragaman, keseragaman, dominansi, distribusi serta melihat hubungan kelimpahan avertebrata air invasif dengan persentase tutupan terumbu karang pada ekosistem terumbu karang di Perairan Krueng Raya, Aceh Besar. Metode yang digunakan adalah metode purposive sampling dalam penentuan titik stasiun, sedangkan pengambilan data avertebrata air invasif menggunakan metode belt transect dan pengambilan data terumbu karang menggunakan metode point intercept transect (PIT). Secara keseluruhan struktur komunitas avertebrata invasif rata-rata di Perairan Krueng Raya adalah keanekaragaman 2,30 (sedang), keseragaman 0,92 (tinggi), dominansi 0,23 (rendah). Distribusi avertebrataa air invasif di Perairan Krueng Raya secara umum tergolong mengelompok. Perbandingan kelimpahan avertebrata air invasif tertinggi yaitu di stasiun Ahmad Rhang Manyang dengan nilai 0,17 ind/m2 dan persentase terumbu karangnya sebesar 53,33%, serta kelimpahan avertebrata air invasif terendah yaitu di stasiun Benteng Inong Balee dengan nilai 0,11 ind/m2 dan persentase tutupan karang sebesar 68,67%. Hal ni menunjukkan bahwa tidak adanya pengaruh antara kelimpahan avertebrata air invasif terhadap persentase tutupan karang. Hubungan korelasi antara kelimpahan avertebrata air invasif dengan tutupan karang adalah berkorelasi lemah. &#13;
&#13;
Kata Kunci: Avertebrata Air, Avertebrata Invasif, Terumbu Karang, Kelimpahan, Struktur Komunitas&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>111476</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-06-19 18:48:52</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-06-20 10:25:07</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>