<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="111434">
 <titleInfo>
  <title>PREDIKTOR KEMATIAN BERDASARKAN VOLUME PERDARAHAN, GLASGOW COMA SCALE DAN RASIO NEUTROFIL LIMFOSIT PASIEN STROKE HEMORAGIK INTRASEREBRAL</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Neysa Azalia Efrimaisa</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Spesialis Neurologi</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pendahuluan: Stroke merupakan penyebab kematian tertinggi di Indonesia setelah kanker dan penyakit jantung. Stroke hemoragik sering menimbulkan gejala neurologis akibat efek desak ruang atau peningkatan tekanan intrakranial dan respon inflamasi dari perdarahan yang menyebabkan angka kematian pada stroke hemoragik sangat tinggi. Tingginya angka kematian pada stroke, komplikasi dan disabilitas jangka panjang yang ditimbulkan, sehingga memerlukan terapi paliatif pada stroke yang menimbulkan beban biaya tinggi. Volume perdarahan, Glasgow Coma Scale (GCS) dan rasio neutrofil limfosit (NLR) digunakan sebagai prediksi luaran kematian pasien stroke hemoragik intraserebral.&#13;
Tujuan: Untuk mengetahui volume perdarahan, GCS dan NLR sebagai prediktor kematian serta pemodelan komponen faktor distribusi yang akan digunakan dalam penyusunan skor prediktor kematian pasien hemoragik intraserebral dalam 14 hari masa rawatan di rumah sakit.&#13;
Metode: Penelitian analitik observasional menggunakan desain penelitian kohort prospektif di RSUDZA pada Bulan Desember 2022 - April 2023. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji multivariat dan regresi logistik.&#13;
Hasil: Dari 100 sampel penelitian, didapatkan Volume perdarahan (OR 5,015), Glasgow Coma Scale (GCS) (OR 10,895) dan Rasio neutrofiil limfosit (NLR) (OR 2,065), dapat menjadi prediktor kematian dalam 14 hari masa rawatan di rumah sakit pada pasien stroke hemoragik intraserebral. Pemodelan volume perdarahan, GCS dan NLR memiliki total nilai skor 0 hingga 7. Dimana masing-masing nilai skor memiliki resiko kematian secara berurutan dari nilai skor paling rendah adalah 0,4%, 0,8%, 17%, 30%, 31%,48%, 69% dan 82% pada pasien dengan stroke hemoragik intraserebral dalam 14 hari masa rawatan di rumah sakit.&#13;
Kesimpulan: Volume perdarahan, GCS dan NLR dapat menjadi predikor kematian pasien stroke hemoragik intraserebral dalam 14 hari masa rawatan di rumah sakit.&#13;
Kata Kunci: Prediktor Kematian, Stroke Hemoragik Intraserebral, Volume perdarahan, Glasgow Coma Scale, Rasio Neutrofil Limfosit</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>111434</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-06-19 13:13:30</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-06-19 16:24:02</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>