<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="111366">
 <titleInfo>
  <title>COLLABORATIVE GOVERNANCE ANTARA DINAS KESEHATAN DENGAN DP3AP2KB DALAM PENANGGULANGAN STUNTING  DI KABUPATEN GAYO LUES</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>JUFRI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Politik</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Berdasarkan  Peraturan    Bupati  Gayo  Lues  Nomor  11  Tahun  2020  tentang pencegahan  dan  penanganan  stanting  teintegrasi  di  kabupaten  Gayo  Lues,  penanganan  stanting  sebagai  wadah  lintas  pemangku  kepentingan  dalam mengurangi stanting di Kabupaten Gayo Lues. Akan tetapi, keberadaan tim tersebut ternyata  belum  mampu  mencapai  tujuan  dari  pembentukannya  yaitu  untuk menguraingi  penurunan  stanting  di  Kabupaten  Gayo  Lues.  Hal  ini  dibuktikan melalui data bahwa dalam beberapa tahun terakhir, Kabupaten Gayo  Lues adalah daerah  yang  paling  tinggi  jumlah  anak  stanting.  Tujuan  dari  penelitian  ini  yaitu untuk mengatahui pelaksanaan penurunan stanting di Kabupaten Gayo Lues oleh dinas  kesehatan  dan  DP3AP2KB  Gayo  lues    dengan  pendekatan    collaborative governance beserta hambatannya. Penelitian ini menggunakan teori collaborative governance  Ansell  dan  Gash  yaitu  kondisi  awal,  SDM  Pelaksana,  partisipasi pelaksana,  kepemimpinan  pasilitatif,  keanggotaan  lembaga,  aturan  dasar kolaboratif,  dan  proses  kolaboratif.  Metode  kualitatif.  Hasil  penelitian Collaborative  process  meliputi  Komunikasi  tatap  muka  dilakukan  selama  proses kolaborasi  dan  berbentuk  rapat  koordinasi  dan  rapat  kerja  antar  pemerintah, kebijakan, rencana aksi, dan strategi penurunan stanting merupakan beberapa hasil dari pertemuan koordinasi dan rapat kerja antarpemerintah serta tantangan dalam mengimplementasikan  penurunan  stunting  melalui  model  tata  kelola  kolaboratif, yaitu  upaya  pencegahan  stunting  masih  dilaksanakan  dengan  sedikit  koordinasi antar  pemerintah.  Menurut  temuan  penelitian,  masih  sedikit  kerja  sama  antar pemerintah  dalam  hal  pelaksanaan  kolaborasi.  Masalah  ini  diselesaikan  melalui upaya  pengawasan  dari  pihak  pemerintah  di  tingkat  yang  lebih  tinggi  untuk meningkatkan  kerja  sama  antarpemerintah  dalam  pelaksanaan  pengurangan stunting di daerah Gayo Lues. &#13;
Kata Kunci: Collaborative Governance, Penanggulangan stunting, Gayo Lues.  &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>111366</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-06-16 15:29:13</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-06-16 15:53:02</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>