JARINGAN PEDAGANG SEMBAKO DI DESA SIMPANG PEUT KECAMATAN KUALA KABUPATEN NAGAN RAYA (STUDI KASUS PADA PEDAGANG ASAL PIDIE DI NAGAN RAYA) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

JARINGAN PEDAGANG SEMBAKO DI DESA SIMPANG PEUT KECAMATAN KUALA KABUPATEN NAGAN RAYA (STUDI KASUS PADA PEDAGANG ASAL PIDIE DI NAGAN RAYA)


Pengarang

SRI AYI WAHYUNI - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Bukhari - 197505242009121001 - Dosen Pembimbing I
Firdaus Mirza Nusuary - 198610162019031009 - Dosen Pembimbing II
Zakaria - 195912311986031029 - Penguji
Ibnu Phonna Nurdin - 199108192022031004 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

1810101010075

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Sosiologi (S1) / PDDIKTI : 69201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Ilmu Sosial dan Politik., 2023

Bahasa

Indonesia

No Classification

302

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Jaringan sosial mempunyai peranan penting bagi pedagang di pasar Simpang Peut, karena dapat memudahkan para pedagang dalam bersaing dan bertahan dalam usaha dagang. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana strategi pedagang sembako asal Pidie dalam memperkuat jaringan dagang di Simpang Peut Nagan Raya. Penelitian ini dianalisis melalui teori jaringan sosial yang dikemukakan oleh Mark Granovetter. Jenis penelitian kualitatif dengan total informan sebanyak 5 orang, 3 orang pedagang, 2 orang pembeli asal Pidie. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pedagang asal Pidie menggunakan strategi berdagang dengan memanfaatkan jaringan sosial yang dimilikinya untuk memperkuat jaringan pedagang melalui empat prinsip utama, pertama; membangun jaringan sosial melalui norma sosial yaitu membangun kepercayaan dan hubungan baik, sehingga saat UD. Fauzan kelontong memberikan hutang barang dagangan kepada Riskia kelontong dan kios pesona tidak mesti harus ada jaminan karena sudah tertanam rasa percaya sesama pedagang Pidie. Kedua jaringan sosial terbentuk melalui ikatan kuat dan ikatan lemah. Ikatan kuat terbentuk antara sesama pedagang, dan juga dengan pembeli yang berasal dari Pidie. ikatan lemah terbentuk antara UD. Fauzan kelontong dengan pembeli, Riskia kelontong dengan pembeli, Kios pesona kelontong dengan pembeli. Ketiga; dibutuhkan peran pihak lain sebagai penghubung atau yang bisa menjembatani untuk terbangunnya ikatan sosial antara penjual dengan pembeli, sebagai contoh penghubung antara UD. Fauzan kelontong dengan UD. Fauzan kelontong dengan yaitu Pak Rahmat. Keempat; keterlekatan (embededness) sosial tidak hanya sebatas hubungan mitra kerja. akan tetapi, sudah melebihi tingkatan sekedar mitra kerja, sudah terbentuk kekeluargaan sesama berasal dari Pidie hubungan kedaerahan itu lebih kental antara UD. Fauzan kelontong dengan toko Riskia kelontong dan kios pesona kelontong, juga sebaliknya.
Kata Kunci : Jaringan sosial, Pedagang, dan sembako

Social networks have an important role for traders in the Simpang Peut market, because they can make it easier for traders to compete and survive in the trading business. This study aims to look at the strategies of food traders from Pidie in strengthening trade networks at Simpang Peut Nagan Raya. This research is analyzed through social network theory put forward by Mark Granovetter. This type of qualitative research with a total of 5 informants, 3 traders, 2 buyers from Pidie. Data collection was carried out by observation, interviews, and documentation with data analysis techniques using data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study show that traders from Pidie use a trading strategy by utilizing their social network to strengthen their trader network through four main principles, first; building social networks through social norms, namely building trust and good relations, so that when UD. Fauzan grocery provides debt for merchandise to Riskia grocery and the charm kiosk doesn't necessarily have to have collateral because it has instilled a sense of trust among fellow Pidie traders. Both social networks are formed through strong bonds and weak ties. Strong bonds are formed between fellow traders, and also with buyers who come from Pidie. a weak bond is formed between UD. Fauzan grocery with buyers, Riskia grocery with buyers, Kiosk Pesona grocery with buyers. Third; the role of other parties is needed as a liaison or a bridge to build social bonds between sellers and buyers, for example a liaison between UD. Fauzan grocery with UD. Fauzan grocery with namely Pak Rahmat. Fourth; Social embeddedness is not only limited to partner relations. however, it has gone beyond the level of just working partners, a kinship has been formed among people from Pidie, the regional relationship is thicker between UD. Fauzan grocery store with Riskia grocery store and grocery charm kiosk, and vice versa. Keywords : Social network, Traders and groceries

Citation



    SERVICES DESK