<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="111293">
 <titleInfo>
  <title>MISKONSEPSI SISWA PADA MATERI BILANGAN BERPANGKAT DITINJAU DARI GAYA BELAJAR DI SMP NEGERI 10 BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Adinda Izka Noviana</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas KIP Pendidikan Matematika</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pemahaman konsep merupakan kunci keberhasilan dalam mempelajari matematika. Jika memahami konsep dengan baik, maka peserta didik akan lebih mudah untuk mempelajari atau memahami konsep selanjutnya yang berkaitan. Kesalahan terhadap suatu konsep yang telah disepakati oleh para ahli sehingga menimbulkan kekeliruan terhadap konsep itu sendiri disebut miskonsepsi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan miskonsepsi siswa yang teridentifikasi pada materi bilangan berpangkat ditinjau dari gaya belajar serta faktor penyebab nya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 10 Banda Aceh dengan sumber data dalam penelitian ini adalah 30 siswa kelas IX, dengan berfokus hanya pada 3 siswa yaitu siswa yang mengalami miskonsepsi paling tinggi berdasarkan gaya belajar visual, auditori dan kinestetik. Teknik pengumpulan data menggunakan angket gaya belajar, tes miskonsepsi siswa, dan wawancara. Data yang telah dikumpulkan dilakukan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 7 siswa yang memiliki gaya belajar visual, 7 siswa yang memiliki gaya belajar auditori, dan 16 siswa yang memiliki gaya belajar kinestetik. Persentase miskonsepsi pada siswa visual sebesar 37,14%, miskonsepsi pada siswa auditori sebesar 42,85%, dan miskonsepsi pada siswa kinestetik sebesar 46,25%. Miskonsepsi terjadi pada setiap indikator soal pada materi bilangan berpangkat. Masing-masing siswa mengalami miskonsepsi yang berbeda pada setiap indikator soalnya. Adapun penyebab terjadinya miskonsepsi yaitu konsep awal siswa yang keliru, pemikiran siswa yang menganggap suatu konsep selalu sama dengan konsep yang lain, ketidaktelitian siswa dalam mengoperasikan bilangan berpangkat, dan pemahaman siswa yang kurang mengenai konsep bilangan berpangkat.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>111293</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-06-15 11:40:46</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-06-15 11:44:12</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>