<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="111277">
 <titleInfo>
  <title>EFEK PEMBERIAN KOMBINASI EKSTRAK DAUN MIMBA (AZADIRRACHTA INDICA) DAN DAUN GANDARUSA (JUSTICA GENDARUSSA) TERHADAP PERILAKU KAWIN KELINCI JANTAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Hamdi Ramadhan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Daun mimba dan gandarusa dilaporkan mengandung senyawa antifertilitas untuk hewan jantan sehingga dapat digunakan untuk sebagai kontrasepsi. Akan tetapi, dikhawatirkan dapat memengaruhi perilaku kawin terutama libido (perilaku mounting). Penelitian ini dilakukan mengetahui pengaruh kombinasi ekstrak daun nimba dan gandarusa pada penurunan perilaku kawin kelinci lokal jantan. Penelitian ini menggunakan 9 ekor kelinci dewasa dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan, dimana P1 = kontrol, P2 = kombinasi mimba (100 mg/kg BB) dan gandarusa (100 mg/kg BB), dan P3 = kombinasi mimba (150 mg/kg BB) dan gandarusa (150 mg/kg BB) diberikan selama 52 hari. Metode pengamatan terdiri dari focal animal sampling dan pencatatan perilaku menggunakan melalui continuous sampling dengan memanfaatkan buku, ballpoint dan alat perekam video selama 15 menit pengamatan, frekuensi dan durasi perilaku kawin diamati dan dicatat. Setelah itu dilakukan Uji Kruskal-Wallis dilanjutkan dengan uji Mann Whitney U test untuk menganalisis data. Beberapa perilaku kawin yang diamati meliputi 1) perilaku pra-kopulasi, yang mencakup searching, sniffing, grooming, dan menjilat vulva; 2) perilaku kopulasi yang mencakup mounting (libido) dan 3) perilaku post-kopulasi, yang meliputi autogrooming. Frekuensi dan durasi perilaku pra-kopulasi, khususnya perilaku sniffing, secara signifikan lebih rendah (P0,05). Frekuensi dan durasi perilaku kawin (mounting) dan post kopulasi (autogrooming) tidak berbeda secara substansial antara kelompok (P1, P2, dan P3) (P&gt;0,05).  Dapat diambil kesimpulan bahwa kombinasi ekstrak daun mimba dan gandarusa hanya berpengaruh terhadap penurunan perilaku sniffing, tetapi secara umum tidak berpengaruh terhadap perilaku kawin lainya terutama perilaku mounting (libido) kelinci lokal jantan.&#13;
&#13;
Kata Kunci : Daun mimba, daun gandarusa, kelinci jantan, perilaku kawin</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>111277</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-06-15 09:39:36</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-06-15 10:08:24</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>