<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="111260">
 <titleInfo>
  <title>KAJIAN PREFERENSI POHON SARANG ORANGUTAN (PONGO ABELII LESSON 1827) DI STASIUN PENELITIAN KETAMBE, TAMAN NASIONAL GUNUNG LEUSER SEBAGAI UPAYA KONSERVASI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nurul Islamidini</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA Biologi</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian dengan judul Kajian Preferensi Pohon Sarang Orangutan (Pongo abelii Lesson 1827) di Stasiun Penelitian Ketambe, Taman Nasional Gunung Leuser Sebagai Upaya Konservasi telah dilakukan pada November 2022-Maret 2023. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis pohon sarang orangutan dan karakteristiknya, serta karakteristik spasialnya. Penelitian ini dilakukan dengan metode petak/kuadrat. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa terdapat 9 jenis pohon yang dijadikan pohon sarang. Pohon yang dominan dijadikan sarang orangutan adalah Siphonodon celastrinus. Tinggi pohon yang paling dominan dijadikan pohon sarang orangutan adalah 15-19 m. Tinggi sarang yang paling dominan dijadikan sarang orangutan adalah 15-19 m. Kelas sarang yang paling dominan ditemukan adalah kelas C atau berusia ±3 pekan. Posisi sarang yang paling dominan adalah posisi II, yaitu pada pertengahan atau ujung percabangan pohon. Orangutan cenderung membangun sarang di lokasi yang lebih dekat dengan sumber air, jauh dari pemukiman, memiliki kerapatan tajuk tinggi dan dekat dari jalan</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>111260</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-06-14 17:32:51</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-06-15 09:06:32</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>