<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="111212">
 <titleInfo>
  <title>PERBANDINGAN VIABILITAS SPERMATOZOA SAPI ACEH PASCA PEMBEKUAN MENGGUNAKAN PENGENCER SITRAT KUNING TELUR AYAM, KUNING TELUR ITIK DAN KUNING TELUR ENTOK</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>HAQNUL RISHED</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Viabilitas spermatozoa merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan pembekuan. Viabilitas spermatozoa setelah pembekuan dipengaruhi oleh komposisi kuning telur dalam pengencer yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan viabilitas spermatozoa sapi aceh yang diencerkan menggunakan pengencer sitrat kuning telur ayam dengan sitrat kuning telur itik dan sitrat kuning telur entok selama proses pembekuan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 kelompok perlakuan pengenceran sitrat kuning telur ayam (KTA); sitrat kuning telur itik (KTI) dan sitrat kuning telur entok (KTE). Semen dikoleksi dari sapi aceh jantan sehat berumur 3 - 4 tahun menggunakan vagina buatan. Masing-masing sampel diulangi sebanyak 6 kali. Semen berkualitas baik diencerkan dengan pengencer sitrat kuning telur sesuai perlakuan dan dikemas dalam mini straw. Selanjutnya diekuilibrasi selama 4 jam pada suhu 5ᴼC dalam cool top. Kemudian dibekuan di atas uap nitrogen cair selama 12 menit dan disimpan dalam kontainer berisi nitrogen cair pada suhu -196ᴼC. Data viabilitas spermatozoa diamati setelah pengenceran, ekuilibrasi dan pembekuan menggunaakan pewarnaan eosin negrosin. Data persentase viabilitas spermatozoa dianalisis dengan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Rata-rata persentase viabilitas spermatozoa sapi aceh tertinggi setelah pembekuan ditemukan pada kelompok perlakuan pengencer sitrat tambah KTE, kemudian diikuti kelompok pengencer sitrat tambah KTA dan kelompok pengencer sitrat tambah KTI, secara berturut-turut adalah 63,00 ± 1,79%; 59,83 ± 2,40% dan 66,33 ± 1,75%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penambahan KTE dalam pengencer sitrat lebih baik dibandingkan dengan penambahan KTA dan KTI dalam mempertahankan viabilitas spermatozoa sapi aceh setelah pembekuan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>111212</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-06-14 10:20:47</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-06-14 11:06:32</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>