<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="111210">
 <titleInfo>
  <title>PEMBAGIAN HARTA WARISAN MENURUT ADAT BATAK KARO PADA PERKAWINAN CAMPURAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nila Safitri Br Bangun</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas KIP PPKN</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Hukum warisan dalam masyarakat Batak, secara Harfiah berarti &#13;
hukum mengenai harta benda peninggalan orang mati. &#13;
Pewarisan adat pada masyarakat adat Batak &#13;
Karomempergunakan asas kekeluargaan. Penelitian ini bertujuan &#13;
untuk mengetahui konsep pembagian harta waris dalam adat &#13;
batak karo pada perkawinan campuran, Untuk mengetahui &#13;
pelaksanaan pembagian harta waris dalam adat batak karo pada &#13;
perkawinan campuran dan Untuk mengetahui pertentangan &#13;
antara hukum waris nasional dengan hukum waris adat tentang &#13;
perkawinan campuran. Pada penelitian ini penulis &#13;
menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian &#13;
deskriptif. Populasi penelitian ini adalah masyarakat di desa &#13;
Suka Mulia Kecamatan Kecamatan Salapian, Sumatera Utara&#13;
dengan mengambil sampel enam orang. Pengumpulan data &#13;
dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara langsung.&#13;
Berdasarkan hasil penelitian, di ketahui bahwa 1) Pembagian &#13;
harta warisan cenderung dilakukan secara rata atau &#13;
proporsional. Pembagian harta warisan dilakukan berdasarkan &#13;
jumlah anak laki-laki, mengikuti adat Batak Karo yang &#13;
mengedepankan keturunan laki-laki. Namun, dalam perkawinan &#13;
campuran dan pengaruh agama Islam yang semakin kuat, &#13;
pembagian harta warisan juga bisa berdasarkan prinsip-prinsip &#13;
Islam yang memperbolehkan anak perempuan mendapatkan &#13;
bagian warisan. 2) Pelaksanaan harta waris dalam perkawinan &#13;
campuran melibatkan perjanjian sebelum pernikahan, &#13;
pembagian harta waris setelah pernikahan, pengelolaan harta &#13;
waris, dan penyelesaian sengketa sesuai dengan ketentuan adat &#13;
Batak Karo dan perjanjian yang telah dibuat sebelumnya. 3) &#13;
Hubungan antara hukum adat Batak Karo dan hukum nasional &#13;
dalam pembagian harta warisan pada perkawinan campuran masih menjadi sumber pertentangan. Sementara itu, masyarakat &#13;
masih menganggap hukum adat Batak Karo sebagai panduan &#13;
utama</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>MARRIAGE</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>CUSTOMARY LAW</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>INHERITANCE LAW</topic>
 </subject>
 <classification>346.052</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>111210</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-06-14 10:12:41</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-02-27 09:50:37</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>