<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="111163">
 <titleInfo>
  <title>KARAKTERISTIK MUKUS SERVIKS SAPI LOKAL SELAMA FASE BERAHI MENGGUNAKAN METODE ENDOSKOPIK</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SITI INTAN KEMALA SARI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Hormon steroid memiliki peranan yang penting terhadap sifat fisik mukus serviks. Pada saat hormon estrogen meningkat maka mukus serviks akan diproduksi lebih banyak, terlihat transparan dan cair, sedangkan progesteron akan menurunkan jumlah produksi mukus servik, terlihat kental dan menyerupai awan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perubahan karakteristik mukus serviks selama 24 jam sejak awal berahi. Parameter yang diamati adalah gambaran karakteristik mukus serviks pada jam ke 0, 6, 12, 18, dan 24 sejak berahi. Karakteristik mukus pada masing-masing waktu diberi nilai skor yaitu 1 (dirty); 2 (turbit); 3 (transparant). Data mengenai karakteristik mukus serviks dianalisis secara deskriptif. Metode pada penelitian ini dilakukan sinkroniasasi berahi pada 12 sampel sapi betina, kemudian dilakukan pengamatan berahi dan selanjutnya dilakukan pengamatan mukus serviks sapi berahi menggunakan endoskop IB berkamera. Hasil penelitian ini menunjukkan dari 12 sampel sapi betina hanya 8 yang mengalami berahi setelah sinkronisasi. Pemeriksaan karakteristik mukus serviks sapi betina berahi dilakukan sebanyak 5 kali dengan interval waktu 6 jam setelah berahi. Pada 0 dan 6 jam setelah berahi karakteristik mukus serviks pada 8 ekor sampel terlihat transparan (skor 3), pada 12 jam berahi 5 ekor sampel karakteristik mukus serviks transparant (skor 3) dan 3 ekor sampel turbit (2), sedangkan pada 18 dan 24 jam berahi seluruh sampel sapi betina karakteristik mukus seviks terlihat dirty (skor 1) dan dinyatakan sebagai akhir dari berahi. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa penetapan fase berahi dapat menggunakan metode endoskopik dimana mukus serviks terlihat transparan dan keruh.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>111163</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-06-13 12:50:07</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-06-13 15:11:13</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>