<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="11108">
 <titleInfo>
  <title>GAMBARAN STATUS GIZI BAYI ATOPI YANG MENDERITA ALERGI DAN NON ATOPI USIA 3 BULAN  3 TAHUN DI RSUD DATU BERU TAKENGON TAHUN 2011</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Fariyasni</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2012</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penyakit atopik merupakan penyakit kronik yang paling sering ditemukan pada anak dan menjadi masalah utama pada anak serta kesehatan di seluruh dunia. Atopi pada anak adalah salah satu faktor morbiditas yang dapat mengganggu tumbuh kembang dan kualitas hidup anak. Dermatitis atopik, asma dan rhinitis alergik pada bayi merupakan suatu perjalanan alamiah penyakit alergi yang dikenal dengan istilah “Allergic March”. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat distribusi frekuensi jenis kelamin dan usia serta mengetahui gambaran status gizi pada bayi atopi yang menderita alergi dan non atopi. Penelitian ini bersifat deskriptif menggunakan pendekatan cross sectional  dengan sampel bayi atopi yang menderita alergi  dan non atopi usia 3 bulan – 3 tahun yang datang berobat ke Poliklinik Anak RSUD Datu Beru Takengon selama Januari 2011 –  Desember 2011. Pengambilan sampel dilakukan total population. Data diperoleh dari buku registrasi dan rekam medis. Data yang diperoleh di olah dan di sajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan persentase. Hasil analisis univariat penelitian menunjukkan keadaan status gizi bayi atopi yang menderita alergi tertinggi adalah gizi baik (84,61%), diikuti gizi lebih (7,69%), gizi buruk (4,61%) dan (3,08%) gizi kurang. Keadaan status gizi pada bayi non atopi tertinggi adalah gizi baik (77,27%), diikuti gizi kurang (10,79%), gizi buruk (7,95%) dan gizi lebih (3,98%). Menyimpulkan bahwa frekuensi keadaan status gizi bayi atopi yang menderita alergi dan non atopi usia 3 bulan – 3 tahun di RSUD Datu Beru Takengon tahun 2011 tertinggi adalah status gizi baik.&#13;
&#13;
Kata kunci: status gizi, atopi, non atopi, alergi  &#13;
</note>
 <subject authority="">
  <topic>INFANTS - HEALTH</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>NUTRITION-HEALTH</topic>
 </subject>
 <classification>613.2</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>11108</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2014-12-31 20:14:30</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2015-09-11 16:41:37</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>