DETEKSI DAYA ANTIBAKTERI MINYAK HABATTUSSAUDA TERHADAP SALMONELLA THYPI SECARA IN VITRO | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

DETEKSI DAYA ANTIBAKTERI MINYAK HABATTUSSAUDA TERHADAP SALMONELLA THYPI SECARA IN VITRO


Pengarang

Indri Zulfayanto - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Hennivanda - 197509082006042001 - Dosen Pembimbing I
Muhammad Hambal - 196509241991031001 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

1902101010075

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran Hewan / Pendidikan Kedokteran Hewan (S1) / PDDIKTI : 54261

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kedokteran Hewan., 2023

Bahasa

Indonesia

No Classification

616.927

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK

Bakteri Salmonella sp. merupakan salah satu penyebab diare pada hewan dan manusia,
terutama pada hewan muda yang sistem imunnya belum terbentuk. Sehubungan dengan timbulnya
banyak resistensi antibiotik terhadap Salmonella typhi maka perlu dilakukan penelusuran mengenai
obat alternatif yang memanfaatkan obat herbal sebagai antibakteri salah satunya adalah minyak
habbatussauda yang mengandung zat aktif seperti thymoquinone. Nigella sativa atau yang biasa
dikenal dengan habbatussauda sudah lama digunakan sebagai salah satu obat herbal yang memiliki
banyak manfaat. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui daya antibakteri minyak
habbatussauda terhadap bakteri S. typhi secara in vitro. Penelitian ini menggunakan bakteri uji S.
typhi ATCC 14028 yang telah dilakukan reidentifikasi sebelumnya dengan pewarnaan Gram.
Penggunaan minyak habbatussauda untuk uji antibakteri dibuat dengan variasi konsentrasi yaitu
45%, 70% dan 100% dengan dimetil sulfoksida (DMSO) sebagai kontrol negatif dan antibiotik
ciprofloxacin sebagai kontrol positif. Uji daya antibakteri minyak habbatussauda secara in vitro
dilakukan dengan metode Kirby Bauer. Parameter yang diukur adalah diameter zona hambat dari
masing-masing perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minyak habbatussauda konsentrasi
45%, 70% dan 100% tidak efektif dalam menghambat pertumbuhan S. typhi karena zona hambat
yang terbentuk kurang dari 5 mm. Hal ini karena struktur antigenik S. typhi memiliki antigen Vi atau
antigen kapsuler yang terbuat dari polimer polisakarida di luar sel untuk melindungi bakteri dari
pengaruh luar. Hal ini mengakibatkan bahan aktif dalam minyak habbatussauda tidak dapat
mencapai tempat kerjanya pada bakteri sehingga gagal menghambat atau membunuh bakteri S.
typhi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa minyak habbatussauda yang dipakai dalam
penelitian ini tidak efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri S. typhi ATCC 14028.

Kata kunci: Antimikroba, Gram negatif, Nigella sativa

ABSTRACT Salmonella sp. is one of the causes of diarrhea in animals and humans, especially in naive animals whose immune systems have not yet been formed. In connection with the emergence of a lot of antibiotic resistance against S. typhi, it is necessary to develop an innovation regarding alternative medicines that use herbal medicines as antibacterials, one of which is black seed oil which contains active substances such as thymoquinone. Nigella sativa, commonly known as black seed, has long been used as a herbal medicine with many benefits. This study aimed to determine the antibacterial activity of black seed oil against S. typhi bacteria in vitro. This study used the S. typhi ATCC 14028, which had been previously re-identified using Gram staining. The Black seed oil for the antibacterial test was made with various concentrations 45%, 70%, and 100%, with dimethyl sulfoxide (DMSO) as a negative control and ciprofloxacin as a positive control. Black seed oil's antibacterial test in vitro was carried out using the Kirby Bauer method. The data was analysed descriptively. The results showed that black seed oil was not effective in inhibiting the growth of S. typhi because the inhibition zone formed was less than 5 mm. This is because the antigenic structure of S. typhi has Vi antigens or capsular antigens which are made of polysaccharide polymers found outside the cell to protect the bacteria from outside influences. Therefore, the active ingredients in the black seed oil unable to reach their site of action on the bacteria so they failed to inhibit or kill the S. typhi bacteria. It can be concluded that the black seed oil used in this study was not effective in inhibiting the growth of S. typhi ATCC 14028. Keywords: Antimicrobial, Gram negative, Nigella sativa

Citation



    SERVICES DESK