<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="111040">
 <titleInfo>
  <title>KEMAMPUAN SISWA DALAM PEMECAHAN  MASALAH MATEMATIKA BERDASARKAN KEMAMPUAN MATEMATIS DAN GENDER DI SMA NEGERI 3 BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RINA ALFIYANTI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas KIP Matematika</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Abstrak. Pemecahan  masalah  merupakan  salah  satu  tujuan  utama  dalam  mempelajari matematika. Namun fakta di lapangan menunjukkan soal-soal matematika  nonrutin  tidak berhasil dijawab dengan benar oleh siswa. Ada beberapa hal yang dapat mempengaruhi kemampuan  siswa  dalam  pemecahan  masalah  matematika  diantaranya  adalah kemampuan  matematis  dan  gender.  Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui kemampuan  siswa  dalam  pemecahan  masalah  matematika  berdasarkan  kemampuan matematis  dan  gender  di  SMA  Negeri  3  Banda  Aceh.  Penelitian  ini  menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek penelitian adalah siswa kelas X IPAS 9  sebanyak  34  siswa.  Pengumpulan  data  dilakukan  dengan  pemberian  tes  pemecahan masalah  matematika,  tes  kemampuan  matematis,  dan  wawancara.  Hasil  Penelitian menunjukkan bahwa baik siswa laki-laki dan perempuan dengan kemampuan matematis yang rendah memiliki kemampuan pemecahan masalah yang rendah, karena mereka tidak dapat  mengetahui  dengan  baik  informasi  yang  ada  pada  soal  sehingga  salah  dalam membuat  serta  melaksanakan  rencana.  Siswa  laki-laki  dan  perempuan  dengan kemampuan  matematis  yang  sedang  memiliki  kemampuan  pemecahan  masalah  yang sedang karena salah perhitungan dan tidak melakukan pemeriksaan. Kemudian siswa laki- laki  dan  perempuan  dengan  kemampuan  matematis  yang  tinggi  memiliki  kemampuan pemecahan masalah yang sedang, karena siswa tidak membuat rencana karena memilih rencana yang kurang tepat. Siswa laki-laki dan perempuan dengan kemampuan matematis yang  tinggi  memiliki  kemampuan  pemecahan  masalah  yang  tinggi  karena  dapat mengetahui  informasi  yang  ada  pada  soal,  merencanakan  dan  melaksanakan  rencana dengan baik serta melakukan pemeriksaan.&#13;
&#13;
Kata Kunci : Pemecahan Masalah Matematika, Kemampuan Matematis, dan Gender</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>STUDY METHODS</topic>
 </subject>
 <classification>371.302 81</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>111040</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-06-08 22:10:10</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-06-12 15:54:36</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>