<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="111025">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS FAKTOR-FAKTOR EXCUSABLE DAN NON EXCUSABLE DELAYS YANG MENYEBABKAN KETERLAMBATAN WAKTU PENYELESAIAN PADA PROYEK KONSTRUKSI DI KABUPATEN ACEH UTARA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Septi Iklima Fadila Santi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik (S1)</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Proyek konstruksi memiliki sifat unik dan dinamis yang pada proses pelaksanaannya dipengaruhi oleh produktifitas tenaga kerja, peralatan, material, anggaran biaya dan metode pelaksanaan, sehingga memungkinkan adanya ketidakpastian pada proses pelaksanaannya yang dapat mengakibatkan terjadinya keterlambatan. Keterlambatan waktu penyelesaian pelaksanaan proyek adalah permasalahan yang paling umum terjadi pada proyek konstruksi. Hal ini bermula dari kenyataan bahwa kegiatan dan operasi terlalu lama yang dapat mengganggu penyelesaian pekerjaan, mengarah pada perselisihan dan tindakan hukum. Sehingga dalam rangka meminimalisir risiko terjadinya keterlambatan, maka penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor jenis excusable delays dan non excusable delays yang paling signifikan terhadap penyelesaian pelaksanaan proyek konstruksi di Kabupaten Aceh Utara. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah survei kuesioner. Data yang diperoleh dianalisis dengan metode analisis frekuensi, analisis relative importance index, dan analisis korelasi rank spearman. Hasil yang diperoleh untuk faktor jenis excusable delays, didapatkan 2 (dua) faktor yang paling signifikan, yaitu faktor adanya intervensi dari owner dengan nilai RII sebesar 0,81 dan faktor change order dengan nilai RII sebesar 0,80. Kemudian hasil yang diperoleh untuk faktor jenis non excusable delays, didapatkan 5 (lima) faktor yang paling signifikan, yaitu faktor keterlambatan pengantaran material ke lokasi dengan nilai RII sebesar 0,82; faktor mobilisasi peralatan/alat berat lamban dengan nilai RII sebesar 0,82; faktor kesulitan keuangan kontraktor dengan nilai RII sebesar 0,81; faktor produktivitas tenaga kerja rendah dengan nilai RII sebesar 0,80; serta faktor perencanaan dan penjadwalan proyek tidak tepat dengan nilai RII sebesar 0,80.&#13;
&#13;
Kata kunci: excusable delays, non excusable delays, proyek konstruksi.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>111025</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-06-08 12:01:15</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-06-08 12:25:32</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>