<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="110989">
 <titleInfo>
  <title>PERBANDINGAN MORFOLOGI DAN MORFOMETRI SPERMATOZOA KALKUN LOKAL (MELEAGRIS GALLOPAVO) PADA UMUR YANG BERBEDA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RIZKY ARYA GUNAWAN</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan (S1)</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Karakteristik morfologi dan morfometri spermatozoa suatu hal yang penting untuk mengidentifikasi suatu individu pejantan sebagai sumber bibit dan sebagai pejantan unggul pada aplikasi teknologi inseminasi buatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran morfologi dan morfometri spermatozoa pada kalkun lokal (Meleagris gallopavo) pada umur yang berbeda. Sampel penelitian dibagi menjadi tiga kelompok umur (33, 37, dan 40 minggu). Semen dikumpulkan dengan teknik masase, kemudian semen segar dihapuskan pada slide kaca dengan pewarnaan malachite green dan eosin yellowish. Pengukuran morfometri spermatozoa kalkun lokal dilakukan menggunakan perangkat lunak Toupview®, pengukuran dilakukan terhadap 5 ekor spermatozoa tiap lapang pandang. Hasil penelitian menunjukan bahwa morfologi spermatozoa kalkun lokal pada umur 33, 37 dan 40 minggu relatif sama dengan bentuk kepala silindris dengan ujung yang tumpul serta ekor yang panjang. Data morfometri yang telah dianalisis pada kalkun lokal umur 40 minggu menunjukkan adanya perbedaan nyata (P0,05). Perbedaan terhadap morfometri kepala spermatozoa disebabkan oleh densitas kromatin serta kromosom didalamnya. Dapat disimpulkan bahwa umur tidak berpengaruh terhadap morfologi spermatozoa kalkun lokal, namun berpengaruh terhadap morfometri luas kepala dan panjang total spermatozoa kalkun lokal umur 40 minggu lebih tinggi dibandingkan kalkun lokal umur 33 dan 37 minggu.&#13;
Kata kunci: Kalkun lokal, morfologi, morfometri, spermatozoa</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>110989</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-06-07 13:13:25</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-06-07 14:59:04</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>