<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="110959">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN PENERAPAN BUDAYA KESELAMATAN PASIEN DENGAN HAMBATAN PELAPORAN INSIDEN KESELAMATAN PASIEN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN PIDIE</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Yulizar</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Studi Magister Keperawatan Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Budaya keselamatan pasien merupakan budaya rumah sakit yang mendukung seluruh staf untuk memiliki kepedulian dalam upaya belajar dari insiden keselamatan pasien. Staf harus mampu mengenali sesuatu yang tidak sesuai standar, serta melaporkan jika melakukan suatu kesalahan dan belajar dari kesalahan untuk melakukan perbaikan. Takut, tidak ada niat untuk melapor, keterbatasan waktu dan kurangnya pengetahuan merupakan hambatan dalam pelaporan insiden keselamatan pasien. Penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional study ini bertujuan untuk mengetahui hubungan budaya keselamatan pasien dengan hambatan pelaporan insiden keselamatan pasien di RSUD Kabupaten Pidie. Sampel penelitian berjumlah 209 perawat pelaksana yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Penelitian ini menggunakan kuesioner Hospital Survey on Patient Safety Culture (HSOPSC) dan kuesioner Medication Error Reporting Barriers (MERB). Analisis data mengunakan uji chi-square dan regresi logistic berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan teamwork (p=0,001), organisasi pembelajaran (p=0,000), respon terhadap kesalahan (p=0,000), mengkomunikasikan kesalahan (p=0,019), keterbukaan komunikasi (p=0,000), dukungan manajemen rumah sakit (p=0,000), handoff (p=0,000), dan tidak ada hubungan staffing (p=0,83), dukungan supervisor (p=0,065) dan melaporkan insiden keselamatan pasien (p=0,191) dengan hambatan pelaporan insiden keselamatam pasien di RSUD Kabupaten Pidie. Dimensi melaporkan insiden merupakan yang paling berhubungan dengan hambatan pelaporan insiden keselamatan pasien (p=0,010 dan Odds Ratio (OR) = 2.851). Pelaporan insiden keselamatan pasien terjadi apabila adanya dukungan manajemen rumah sakit, keterbukaan komunikasi, respon terhadap kesalahan yang tidak menghukum.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>110959</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-06-07 09:29:10</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-06-07 09:52:05</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>