<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="110934">
 <titleInfo>
  <title>PENGGUNAAN EKSTRAK DAUN NANGKA (ATROCARPUS HETEROPHYLLUS LAMK) SEBAGAI ANTIBAKTERI AEROMONAS HYDROPHILA PADA IKAN NILA MERAH (OREOCHROMIS NILOTICUS)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Al Afni</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kelautan dan Perikanan	Budidaya Perairan (S1)</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Abstrak - Ikan nila merah (Oreochromis niloticus)  merupakan ikan yang popular di kalangan masyarakat luas. Namun demikian, mengembangkan  kegiatan budidaya harus siap menghadapi berbagai macam permasalahan seperti penyakit  yang disebabkan oleh bakteri. Aeromonas hydrophila merupakan salah satu bakteri yang menyerang ikan budidaya  yang menyebabkan penyakit Motile Aeromonas Septicemia (MAS). Upaya yang dilakukan selain menggunakan bahan kimia ialah penggunaaan bahan herbal seperti daun nangka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas ekstrak daun nangka serta dosis optimal untuk mengobati ikan nila merah yang terinfeksi bakteri Aeromonas hydrophila. Penelitian ini dilakukan selama 21 hari dan menggunakan pola rancangan acak lengkap dengan 5 perlakuan 3 ulangan dengan dosis yang digunakan yaitu A (kontrol (-)), B (kontrol(+)), C (ekstrak daun nangka dosis 30 ppm), D (ekstrak daun nangka dosis 60 ppm), E (ekstrak daun nangka dosis 90 ppm). Kemudian data gejala klinis, hematologi, dan kualitas air yang diperoleh  dianalisis secara deskriptif, data kelangsungan hidup dianalisis menggunakan ANOVA dan uji BNJ. Hasil kelangsungan hidup yang didapat pada saat penelitian yaitu berbeda nyata. Rata-rata nilai kelangsungan hidup terbaik pada perlakuan E yaitu 76,66 ± 5,77%. Pengecekan hematologi berdasarkan nilai hematokrit dan hemoglobin pasca perendaman ekstrak daun nangka nilai hematokrit dan hemoglobin mengalami peningkatan selama pemeliharaan dan pada nilai leukosit mengalami penurunan, sehingga ekstrak daun nangka berfungsi sebagai indikator antibakteri pada ikan nila merah.&#13;
&#13;
Kata kunci : ikan nila merah, Aeromonas hydrophila, daun nangka, hematologi, kelangsungan hidup&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>FISH CULTURE</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>FISH FARMING - FRESHWATER</topic>
 </subject>
 <classification>639.31</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>110934</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-06-06 11:03:21</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-06-06 12:12:42</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>