<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="110876">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK TEMPE DENGAN MENGGUNAKAN METODE STATISTICAL QUALITY CONTROL (STUDI KASUS:</title>
  <subTitle>UD BINTANG TEMPE)</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Raihana Fadia Nur</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Industri</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>UD Bintang Tempe merupakan salah satu industri yang bergerak di bidang pengolahan makanan berupa tempe dengan hasil produksi mencapai 2500 kemasan perhari, pada setiap hasil produksi kerap ditemukan produk tempe yang mengalami kerusakan atau defect. Produk defect ini membuat keuntungan yang diperoleh UD Bintang Tempe tidak maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab cacat pada produk tempe dan menentukan usulan perbaikan untuk meminimalisir kecacatan menggunakan metode statistical quality control. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada tiga jenis cacat yang terjadi dari bulan Juni sampai dengan Agustus 2022 yaitu cacat pada tingkat kematangan, cacat berwarna hitam, dan cacat dimakan kucing. Dengan menggunakan metode statistical quality control diketahui jenis cacat yang paling sering terjadi yaitu cacat pada tingkat kematangan yaitu sebanyak 51% dari total produk cacat yang dihitung, namun produk cacat di UD Bintang Tempe ini masih berada dalam batas pengendalian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada lima faktor penyebab cacat pada tempe yaitu faktor manusia, lingkungan, material, metode, dan mesin. Sedangkan usulan perbaikan untuk meminimalisir produk cacat yaitu antara lain dengan melakukan pengecekan ulang pada setiap proses produksi yang dilalui, membuat ruang khusus untuk proses fermentasi, menjaga kebersihan lingkungan pabrik, memeriksa bahan baku yang diterima dari supplier, dan melakukan perawatan mesin secara berkala. &#13;
&#13;
Kata Kunci: Pengendalian kualitas, Statistical Quality Control, Defect, Tempe, Seven Tools, New Seven Tools.  &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>110876</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-06-01 20:54:31</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-06-05 09:53:36</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>