<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="110866">
 <titleInfo>
  <title>FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN FACE TONER ANTIOKSIDAN DARI MINYAK NILAM (POGOSTEMON CABLIN BENTH.) DALAM PERSPEKTIF KOSMETIKA HALAL</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Uraisy marwah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas mipa</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Indonesia merupakan negara tropis yang mendapatkan paparan sinar matahari tinggi sepanjang tahunnya. Radiasi ultraviolet berlebih dapat meningkatkan resiko penuaan dini pada kulit. Penggunaan kosmetika pada kulit wajah seperti face toner yang kaya antioksidan dapat membantu perlindungan kulit wajah dari luar terhadap pejanan sinar ultraviolet berlebih untuk mencegah photoaging. Minyak nilam memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat sehingga dapat digunakan sebagai zat aktif dalam formulasi sediaan face toner. Konsumsi produk kosmetika halal mengalami kenaikan yang signifikan setiap tahun sehingga status kehalalan dari bahan yang digunakan dalam formulasi perlu diperhatikan. Penelitian ini menggunakan bahan yang telah dievaluasi status kehalalannya. Hasil uji aktivitas antioksidan minyak nilam menggunakan metode DPPH menunjukkan nilai IC50 sebesar 27,108 ppm dengan kategori sangat kuat. Konsentrasi minyak nilam yang digunakan dalam formulasi adalah F0 (0%), F1 (0,005%), dan F2 (0,008%). Hasil evaluasi uji organoleptik menunjukkan warna dan bentuk dari ketiga formula yaitu bening dan cair dengan aroma dari F0 dan F1 adalah aroma khas air mawar, sedangkan F2 &#13;
beraroma khas minyak nilam. Hasil evaluasi homogenitas, volume terpindahkan, pH, dan stabilitas dari ketiga sediaan face toner telah memenuhi syarat mutu sediaan yang baik. Hasil evaluasi uji iritasi menunjukkan 30 orang responden tidak mengalami gejala iritasi. Hasil evaluasi uji hedonik menunjukkan F2 memiliki &#13;
tingkat kesukaan yang lebih tinggi, diukur dari parameter warna, tekstur dan rasa lembab dengan nilai interval berurut-urut, 4,306; 4,304; dan 4,382, sedangkan aroma, F0 dengan nilai 4,516 memiliki tingkat kesukaan yang lebih tinggi dibanding F1 dan F2. Hasil uji aktivitas antioksidan face toner menunjukkan nilai IC50 sebesar 175,77 &#13;
ppm pada F0, nilai IC50 sebesar 101,80 ppm pada F1, dan nilai IC50 sebesar 90,13 ppm pada F2. Berdasarkan hasil uji aktivitas antioksidan sediaan face tonermenunjukkan formula F2 paling baik dengan kategori kuat.&#13;
Kata kunci: antioksidan, face toner, kosmetika halal, minyak nilam, penuaan dini.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>HERBS - PHARMACOGNOSY</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>COSMETICS - HEALTH</topic>
 </subject>
 <classification>613.488</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>110866</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-05-31 15:25:20</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-05-31 16:11:28</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>