HUBUNGAN ANTARA FAKTOR INTRINSIK YANG MEMPENGARUHI TIDUR TERHADAP TIMBULNYA INSOMNIA PADA LANJUT USIA DI PANTI SOSIAL MEULIGO JROH NAGUNA ULEE KARENG BANDA ACEH TAHUN 2006 | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

HUBUNGAN ANTARA FAKTOR INTRINSIK YANG MEMPENGARUHI TIDUR TERHADAP TIMBULNYA INSOMNIA PADA LANJUT USIA DI PANTI SOSIAL MEULIGO JROH NAGUNA ULEE KARENG BANDA ACEH TAHUN 2006


Pengarang

Inong sri Rahayu - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0171120049

Fakultas & Prodi

Fakultas Keperawatan / Ilmu Keperawatan (S1) / PDDIKTI : 14201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kedokteran., 2006

Bahasa

Indonesia

No Classification

616.849 82

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Tidur adalah suatu keadaan relatif tanpa sadar yang penuh ketenangan tanpa kegiatan yang merupakan urutan siklus yang berulang-ulang dan masing-masing menyatakan fase kegiatan otak dan badaniah yang berbeda. Selama tidur terjadi gangguan tidur atau insomnia yang membuat penderita merasa belum cukup tidur pada saat terbangun. Gangguan tidur dapat disebabkan oleh faktor intrinsik dan faktor ektrinsik. Faktor intrinsik dapat disebabkan oleh organik, diantaranya nyeri dan psikogenik, misalnya depresi dan kecemasan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara faktor intrinsik yang mempengaruhi tidur terhadap timbulnya insomnia pada lanjut usia di Panti Sosial Meuligo Jroh Naguna Ulee Kareng Banda Aceh tahun 2006. Desain Penelitian berupa deskriptif korelatif. dengan menggunakan metode purposive sampling untuk pengambilan sampel. Alat pengurnpulan data berupa lembar check list dengan menggunakan teknik wawancara yang terdiri dari 16 item pernyataan. Dari hasil penelitian diperoleh 47.06% responden mengalami insomnia dan 52.94% responden tidak mengalami insomnia. Nyeri menunjukkan 67,6% berada pada kategori sedang. depresi 67,65% berada pada ketegori sedang dan kecemasan 58,82% berada pada ketegori sedang. Bila ditinjau dari segi hubungan yang dilakukan dengan formula Yate's correction (karena ada 4 sel yang nilai frekuensi harapan kurang dari 5) dengan tingkat kemaknaan (a) adalah 0.05 dan derajat kebebasan (df)= 2 adalah 5.591 didapat hasil bahwa hipotesa nol (Ho) diterima yang berarti tidak ada hubungan antara faktor intrinsik yang mcmpengaruhi tidur terhadap timbulnya insomnia pada lanjut usia di Panti Sosial Meuligo Jroh Naguna Ulee Kareng Banda Aceh. Perlu disarankan kepada pihak pengambil kebijakan Panti Sosial Meuligo Jroh Naguna Ulee Kareng Banda Aceh agar lingkungan yang saat ini dalam keadaan yang baik mohon ditingkatkan ke arah yang lebih baik lagi.

Kata Kunci : Tidur, Insomnia, Lanjut Usia, Nyeri, Depresi dan Kecamasan

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK