<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="110783">
 <titleInfo>
  <title>CEMARAN BAKTERI COLIFORM PADA KARKAS DAN AIR PRODUKSI DI TEMPAT PEMOTONGAN AYAM BROILER PASAR TRADISIONAL RUKOH, KECAMATAN SYIAH KUALA, BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>BULAN YUNINTA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Bakteri Coliform dapat digunakan sebagai indikator sanitasi pangan dan air pada suatu prosesing unggas. Penelitian ini bertujuan mengetahui jumlah bakteri Coliform pada karkas ayam broiler dan air yang digunakan pada tempat pemotongan dan penjualan ayam di pasar tradisional Rukoh, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan metode observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan adalah 12 sampel swab karkas ayam broiler dan air yang digunakan dalam proses pemotongan ayam. Pengambilan sampel swab karkas dilakukan sebanyak tiga kali pengambilan pada waktu pagi (jam 07.30 WIB), siang (jam 12.00 WIB) dan sore hari (jam 17.00 WIB). Sedangkan pengambilan sampel air dilakukan satu kali pada waktu siang hari (jam 12.00 WIB). Sampel air yang diambil berasal dari sumber air yang digunakan (sumur bor) dan air pencucian akhir karkas, masing-masing satu sampel. Hasil penelitian diperoleh rata-rata jumlah bakteri coliform pada sampel swab karkas ayam di waktu pagi, siang dan sore hari masing-masing sebanyak 1,52 x 102 CFU/g dan 6,92 x 104 CFU/g serta 3,08 x 107 CFU/g (Colony Forming Unit/gram). Indeks MPN bakteri Coliform pada air sumur bor dan pencucian terakhir diperoleh 64 MPN/100ml dan 150 MPN/100ml. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa jumlah bakteri Coliform pada karkas dan air produksi melebihi standar baku mutu air dan karkas ayam.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>110783</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-05-29 12:37:46</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-05-29 14:43:19</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>