<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="110762">
 <titleInfo>
  <title>EVALUASI DAN PEMETAAN INDEKS KUALITAS TANAH PADA WILAYAH PENGEMBANGANKOPI DI KECAMATAN BUKIT KABUPATEN BENER MERIAH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhammad Fachruddin</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Studi Magister Konservasi Sumber Daya Lahan</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kopi merupakan salah satu tanaman tropis yang menjadi bahan ekspor terpenting di dunia. Indonesia merupakan salah satu negara pengekspor kopi dengan kualifikasi harga kopi yang murah namun tetap berkualitas baik serta memiliki banyak jenis varian, salah satunya adalah arabika. Hal ini dikarenakan rasanya lebih enak daripada robusta. Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah merupakan sentral utama produksi kopi arabika yang berasal dari provinsi Aceh. Kopi arabika yang berasal dari daerah tersebut biasa disebut sebagai kopi gayo. &#13;
Masyarakat dataran tinggi Gayo cenderung membudidayakan kopi secara organik. Namun, daya saing kopi gayo masih tergolong rendah, hal ini dikarenakan beberapa hal diantaranya kesuburan tanah menurun, pemeliharaan belum optimal, sumberdaya manusia masih tergolong rendah, kelembagaan petani lemah, kopi sudah tua, varietas bercampur, pengelolaan buah kopi belum seragam dan rantai pemasaran terlalu panjang. Beberapa diantara penyebab tersebut dikarenakan faktor degradasi tanah yang disebabkan oleh pemanfaatan lahan untuk tanaman kopi secara terus menerus sehingga kesuburan tanah mulai menurun yang didukung oleh topografi berlereng di kabupaten Bener Meriah sehingga mempercepat laju kehilangan hara. Oleh karena itu diperlukan pendekatan penilaian kelestarian tanah. Penilaian kualitas tanah dapat berfungsi sebagai alat bagi manager pertanian dan bagi pembuat kebijakan lainnya untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang sistem pertanian yang dapat mempengaruhi sumberdaya tanah. &#13;
Adapun tujuan penelitian tentang indeks kualitas tanah di Kecamatan Bukit Kabupaten Bener Meriah adalah untuk menguji indeks kualitas tanah perkebunan kopi di Kecamatan Bukit Kabupaten Bener Meriah serta untuk membuat peta sebaran indeks kualitas tanah di Perkebunan Kopi di Kecamatan Bukit Kabupaten Bener Meriah. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dan masukan bagi penggunaan lahan dan pemerintah Kabupaten Bener Meriah dalam menyusun perencanaan untuk pemanfaatan lahan secara optimal dan sebagai informasi bagi seluruh pemangku kepentingan dalam pemanfaatan lahan berdasarkan pola penggunaan lahan dan jenis tanah.&#13;
Penelitian dilaksanakan di wilayah Kabupaten Bener Meriah yang berlokasi di Kecamatan Bukit dengan luas areal 110,95 Km2. Analisis tanah dilakukan di Laboratorium Penelitian Tanah dan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Darussalam, Banda Aceh. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret hingga Agustus 2020. Adapun bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Peta Penggunaan Lahan Saat ini (eksisting) Kecamatan Bukit Kabupaten Bener Meriah skala 1:50.000; Peta Titik Pengambilan Sampel Tanah (Titik Pengamatan) skala 1: 50.000 untuk Wilayah Kecamatan Bukit Kabupaten Bener Meriah yang diperoleh dari Bappeda Kabupaten Bener Meriah; serta bahan kimia lainnya untuk analisis sampel tanah di Laboratorium. Adapun peralatan yang digunakan meliputi peralatan lapangan dan peralatan laboratorium. Peralatan lapangan antara lain bor tanah, pH meter (pH meter tancap), kompas, GPS, parang, pisau, cangkul, sekop, meteran, kamera, plastik dan alat-tulis menulis.  &#13;
Peralatan laboratorium yang digunakan untuk analisis sampel tanah adalah : pH meter, EC-meter. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yaitu melalui kegiatan survei lapangan dan analisis laboratorium. Penentuan titik pengamatan dan pengambilan sampel tanah dilakukan dengan pendekatan satuan lahan (land system), yaitu dengan membagi wilayah studi kepada satuan-satuan lahan yang dibuat dari hasil overlay peta lereng dan jenis tanah. Analisis kualitas tanah dilakukan dengan menggolongkan parameter yang diamati pada beberapa kriteria kemudian dihitung berdasarkan kriteria Mausbach &amp; Seybold (1998) yang dimodifikasi sesuai dengan kondisi lahan.&#13;
Jenis tanah di Kecamatan bukit terdiri dari andisol, latosol, komplek podsolik coklat podsol dan litosol. Pada umumnya topografi di Kecamatan Bukit terdapat beberapa lereng diataranya, landai, landai atau berombak, Agak miring atau bergelombang, miring atau berbukit, dan curam. Hasil analisis menunjukkan  terdapat  tiga kelas indeks kualitas tanah (IKT) sedang 0,40≤ IKT≤0,59, baik 0,60≤ IKT≤0,79 dan sangat baik 0,80≤ IKT≤1,00. Hasil analisis luas sebaran indek kualitas tanah sedang 0,14 Ha, baik 337,31 Ha, dan sangat baik 2052,93 Ha. Hasil rata-rata dari indeks kualitas tanah kebun kopi di Kecamatan Bukit Kabupaten Bener Meriah dalam  katagori sangat baik yaitu, 1,00. Agar biofisik lahan, kualitas tanah pada beberapa SPL di Kecamatan Bukit Kabupaten Bener Meriah dapat terjaga dan berkelanjutan perlu ada upaya konservasi tanah pada lahan agak curam tanpa olah tanah, olah tanah minimum dimusim kemarau dan olah tanah menurut kontur serta pembuatan rorak dan teras tapal kuda pada tanaman kopi pada lahan yang curam.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>110762</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-05-27 15:39:17</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-05-29 09:06:15</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>