<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="110755">
 <titleInfo>
  <title>SKEMA PEMILIHAN RELAY DAN MANAJEMEN INTERFERENSI PADA SISTEM KOMUNIKASI KOOPERATIF DEVICE TO DEVICE (D2D)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Isyatur Raziah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Studi Doktor Ilmu Teknik Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Dissertation</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Sistem kooperatif device to device (D2D) merupakan evolusi dari komunikasi wireless.  Sistem kooperatif D2D memungkinkan komunikasi terjalin secara langsung antara source dan destination tanpa melalui evolved Node B (eNB). Konsep kooperatif memanfaatkan perangkat pengguna lain sebagai relay. Berdasarkan penggunaan spektrum frekuensi, kooperatif D2D underlay menggunakan spektrum frekuensi bersama dengan cellular user (CU). Penggunaan spektrum frekuensi bersama mengakibatkan interferensi antara D2D user (DU) dan CU menyebabkan penurunan kinerja sistem kooperatif D2D. Kondisi relay merupakan hal penting pada penelitian ini. Kondisi relay yang tidak optimal disebabkan kanal link dari masing-masing relay yang berbeda menyebabkan kinerja sistem menurun. Beberapa metode untuk mengatasi permasalahan interferensi dan kondisi relay dalam penelitian ini, diantaranya metode pemilihan relay, clustering dan pengendalian daya. Sedangkan fading adalah permasalahan alami yang timbul pada sistem komunikasi wireless termasuk kooperatif D2D. Fading menyebabkan penurunan gain diversitas pada sistem komunikasi kooperatif D2D. Metode pemilihan relay menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan gain diversitas akibat pengaruh fading. Oleh karena itu, penelitian ini mengusulkan skema pemilihan relay adaptif baru dan manajemen interferensi dengan menggunakan pengendalian daya adaptif pada sistem komunikasi kooperatif D2D untuk mengoptimalkan kinerja sistem. Kebaharuan dari penelitian ini terletak pada skema pemilihan relay dan manajemen interferensi yang dihasilkan yaitu (i) Skema pemilihan relay adaptif berbasis kanal gain dan jarak untuk sistem komunikasi kooperatif D2D out-band bertujuan untuk meningkatkan kinerja dan efisiensi energi; (ii) Penerapan protokol LEACH untuk memilih kepala cluster pada sistem komunikasi kooperatif D2D bertujuan memperbaiki network life time sehingga mengurangi konsumsi energi sistem komunikasi kooperatif D2D; (iii) Skema pengendalian daya adaptif dengan menggunakan metode clustering dengan protokol LEACH bertujuan untuk meningkatkan kinerja sistem komunikasi kooperatif D2D.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>110755</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-05-26 18:18:36</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-05-29 08:32:38</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>