<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="110729">
 <titleInfo>
  <title>PROFIL PENYIMPANAN OBAT HIGH ALERT MEDICATION DI APOTEK KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MAULIDAINI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas mipa</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>High alert medication merupakan obat yang harus diwaspadai karena dapat menyebabkan terjadinya kesalahan serius dan obat yang berisiko tinggi menyebabkan reaksi obat yang tidak diinginkan. Penyimpanan obat high alert medication memerlukan perhatian khusus karena dapat menimbulkan medication error dan menyebabkan dampak yang serius terhadap pasien jika terjadi kesalahan dalam penggunaannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil penyimpanan obat high alert medication di Apotek kota Banda Aceh dan untuk mengetahui kesesuaian penyimpanan obat high alert medication di Apotek Kota Banda Aceh berdasarkan Standar Prosedur Operasional (SPO) Praktik Apoteker Indonesia Tahun 2013 dan Peraturan Menteri Kesehatan No.73 Tahun 2016. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif observasional. Sampel penelitian ini adalah Apotek yang terdaftar di Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh. Sampel ditentukan menggunakan teknik stratified random sampling yang dibagi berdasarkan posisi arah mata angin dengan jumlah sampel sebanyak 50 Apotek yang dihitung menggunakan rumus Slovin (α = 0,1). Penentuan anggota sampel dilakukan secara acak dengan mengundi Apotek menggunakan website random.org. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrumen checklist. Hasil penelitian menunjukkan persentase penyimpanan obat high alert medication di Apotek Kota Banda Aceh adalah sebesar 64,38% dengan kategori cukup. Kesimpulan penelitian ini adalah kesesuaian penyimpanan obat high alert medication di Apotek Kota Banda Aceh belum optimal mengikuti standar yang berlaku. &#13;
&#13;
Kata kunci :  High Alert Medication, Penyimpanan, Apotek</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>110729</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-05-26 10:52:17</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-05-26 11:41:56</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>