<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="110666">
 <titleInfo>
  <title>PERAN AUTOPSI DALAM MENGUNGKAPKAN TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN   (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN NEGERI BANDA ACEH)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>IMAM FIRDAUS</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>PERAN &#13;
AUTOPSI &#13;
DALAM &#13;
MENGUNGKAPKAN TINDAK PIDANA&#13;
PEMBUNUHAN (Suatu Penelitian di Wilayah&#13;
Hukum Pengadilan Negeri Banda Aceh) &#13;
Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala&#13;
(vi,51).,pp.,bibl.,tabl. &#13;
ABSTRAK&#13;
&#13;
          IMAM FIRDAUS,&#13;
       2023&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
 &#13;
 &#13;
 &#13;
&#13;
(Mukhlis, S.H., M.Hum.)&#13;
Pasal 7 ayat (1) huruf h Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana&#13;
(KUHP) menyebutkan, penyidik Polri karena kewajibannya berwenang&#13;
mendatangkan seorang ahli yang diperlukan dalam hubungannya dengan&#13;
pemeriksaan perkara. KUHAP juga telah memberikan wewenang kepada penyidik&#13;
untuk meminta bantuan ahli sebagaimana diatur dalam Pasal 133 KUHAP ayat&#13;
(1), Keterangan ahli yang dimaksud yaitu adalah keterangan dari dokter yang&#13;
dapat membantu penyidik dalam memberikan bukti autopsi sebagai upaya&#13;
pembuktian dalam delik pembunuhan, berfungsi untuk membuktikan bahwa di&#13;
dalam praktik peradilan dan upaya pembuktian perkara pidana,Namun&#13;
kenyataannya, masih terdapat kendala dan hambatan dalam melakukan autopsi.&#13;
Tujuan dari penulisan skripsi ini untuk menjelaskan peran autopsi serta&#13;
prosedur dalam mengungkap tindak pidana pembunuhan dan kendala serta upaya&#13;
pembuktian dalam penggunaan alat bukti autopsi dalam mengungkap tindak&#13;
pidana pembunuhan.&#13;
Penelitian dilakukan menggunakan metode yuridis empiris. Penelitian&#13;
kepustakaan dilakukan dengan serangkaian kegiatan seperti membaca, menelaah,&#13;
dan mengutip dari buku-buku literatur serta melakukan pengkajian terhadap&#13;
ketentuan peraturan perundang-undangan terkait dengan permasalahan. sedangkan&#13;
penelitian lapangan dilakukan dengan cara wawancara dengan responden dan&#13;
informan.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan peran autopsi dalam mengungkap tindak&#13;
pidana pembunuhan adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya penganiayaan,&#13;
untuk menentukan kepastian seorang yang meninggal, menentukan ada atau&#13;
tidaknya kejahatan atau pelanggaran kesusilaan, memperkirakan saat kematian,&#13;
menentukan sebab kematian dan menentukan atau memperkirakan cara kematian.&#13;
Kendala dalam penggunaan alat bukti autopsi dalam mengungkap tindak pidana&#13;
pembunuhan yaitu keterbatasan fasilitas, kurangnya dokter ahli forensik di Rumah&#13;
Sakit, keterbatasan dari pihak keluarga korban, identifikasi pada korban yang&#13;
tidak dikenal,  Upaya yang dilakukan dalam mengatasi hambatan tersebut&#13;
yaitusosialisasi  informasi tentang tujuan dan pentingnya autopsi. Mengadakan&#13;
kerjasama lintas sektoral mengenai perbaikan sarana dan prasarana.&#13;
Disarankan dengan diketahuinya hambatan dilakukannya autopsi pada&#13;
pembuktian pembunuhan berencana dalam tahap penyidikan, baik masyarakat,&#13;
penegak hukum, dokter forensik dan pemerintah lebih memperhatikan kelancaran&#13;
suatu kegiatan autopsi, baik dari pengizinan oleh keluarga, penyidikan,&#13;
ketersediaan dokter dilakukan demi kelancaran dan menghilangkan hambatan dari&#13;
suatu prosedur autopsi tersebut.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>CRIMINAL LAW</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>MURDER - LAW</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>AUTOPSY</topic>
 </subject>
 <classification>345.025 23</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>110666</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-05-23 12:31:34</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-05-24 09:32:49</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>