<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="11064">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH KONDISI CAIRAN PENDINGIN TERHADAP KEAUSAN CUTTER END MILL HSS PADA PROSES PEMESINAN BAJA KARBON SEDANG</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>rifqi fadli azhar hasibuan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2014</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Gesekan yang dialami cutter end mill oleh permukaan geram yang mengalir dan permukaan benda kerja yang telah terpotong pada saat proses pemesinan berlangsung mengakibatkan keausan cutter end mill . Keausan cutter end mill ini sangat dipengaruhi oleh berbagai macam variabel proses, yakni jenis proses permesinan, material benda kerja dan cutting tools, geometri cutting tools, kondisi permesinan/pemotongan dan cairan pendingin (coolant) yang dipergunakan. Cutter end mil ltidak dapat digunakan secara terus menerus, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian cairan pendingin terhadap kausan cutter end mill HSS pada proses milling baja karbon sedang, mengetahui laju keausan pengaruh pemberian cairan pendingin pada saat proses pemesinan berlangsung. Dalam penelitian ini proses pemesinan dengan menggunakan  cairan pendingin straight oils  memvariasikan pemberian caiaran pendingin yaitu dibanjiri dan dikabutkan, parameter pemesinan yang digunakan  adalah putaran mesin = 1000 Rpm kecepatan makan = 129mm/min. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukan bahwa pemberian cairan pendingin dengan cara dibanjiri lebih tahan terhadap keausan dibandingkan dengan pemberian cairan pendingin dikabutkan keausan terbesar terjadi dikabutkan cairan pendingin sebesar 197 ?m, dan nilai keausan yang terkecil pada cairan pendingin sebesar 56?m.</note>
 <subject authority="">
  <topic>MACHINE TOOLS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>MACHINE ENGINEERING</topic>
 </subject>
 <classification>1</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>11064</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2014-12-31 11:58:32</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-03-31 10:03:25</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>