<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="110637">
 <titleInfo>
  <title>PEMBERIAN TEH DAUN KATUK (SAOROPUS ANDROGYNUS) UNTUK PENINGKATAN PRODUKSI ASI BAGI IBU MENYUSUI DI GAMPONG MEUNASAH PAPEUN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Husna Hanifah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas KIP PKK</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan pertama dari ibu untuk anaknya. Umumnya ketidaklancaran pemberian ASI disebabkan oleh produksi ASI yang tidak cukup. Salah satu upaya meningkatkan produksi ASI dengan mengkonsumsi daun katuk. Daun katuk (Saoropus androgynous) biasa diolah menjadi sayuran/lalapan. Pada penelitian ini daun katuk diolah menjadi teh herbal agar mudah dikonsumsi. Tujuan untuk mengetahui rentang waktu kelancaran produksi ASI setelah pemberian teh daun katuk, peningkatan produksi ASI setelah pemberian teh daun katuk dan hambatan yang menyebabkan produksi ASI tidak lancar. Jenis penelitian Quasi Eksperimen menggunakan desain Non Equivalent Control Group Design yaitu kelompok pertama diberikan teh daun katuk kemudian dilakukan post-test sedangkan kelompok kedua tanpa perlakuan dan dilakukan post-test. Pendekatan gabungan yaitu pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan metode deskriptif. Sampel 10 narasumber yaitu ibu menyusui yang memiliki masalah produksi ASI. Hasil dalam waktu 7 hari pemberian teh daun katuk, terjadi peningkatan yang signifikan pada setiap responden dengan rentang waktu peningkatan yang berbeda-beda serta adanya peningkatan produksi ASI pada kelompok ibu menyusui dengan perlakuan. Pada kelompok ibu menyusui tanpa perlakuan pemberian teh daun katuk ditemukan bahwa faktor-faktor penghambat produksi ASI seperti pekerjaan, emosional yang tidak stabil, istirahat yang kurang, pengetahuan yang minim, serta ekonomi yang tidak mendukung. Kesimpulan hipotesis penelitian ini dapat diterima (H1) karena terdapat pengaruh pada pemberian teh daun katuk terhadap rentang waktu kelancaran ASI dan peningkatan produksi ASI bagi ibu menyusui.&#13;
&#13;
&#13;
Kata Kunci: Teh Daun Katuk, Produksi ASI, Peningkatan ASI</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>BREAST FEEDING - CHILD REARING</topic>
 </subject>
 <classification>649.33</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>110637</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-05-19 17:10:31</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-05-22 10:35:51</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>