<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="11062">
 <titleInfo>
  <title>PERBANDINGAN GAYA PEMOTONGAN DAN KUALITAS PERMUKAAN HASIL PEMOTONGAN ROUGHING END MILL DAN END MILL</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MOERIZAL</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2014</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Proses freis tegak merupakan salah satu proses pemesinan yang banyak digunakan untuk awal pembuatan suatu komponen. Gaya potong dan kekasaran permukaan merupakan beberapa karakteristik kualitas yang kritis dari proses freis tegak yang meliputi kecepatan potong, kecepatan makan, dan kedalaman potong memiliki pengaruh terhadap ukuran kualitas tersebut. Pada penelitian ini dilakukan dengan  proses fries pada  baja S45C (baja karbon sedang) dengan memvariasikan parameter proses pemesinan yaitu, arah pemotongan up cut dan down cut, kecepatan potong 60,50,40,30 m/menit, kecepatan makan 200 mm/menit, dan kedalaman potong 0.25 mm, 0.50 mm dan 0.75 mm. untuk mengetahui besarnya gaya yang terjadi pada setiap proses pemesinan tersebut diukur dengan menggunakan dynamometer kistler Type 9272  dan didapatkan gaya potong tertinggi pada proses pemotongan arah up cut menggunakan tool end mill pada kecepatan potong 60 m/menit dengan kedalaman potong 0.75 mm yaitu 116.1 N. Untuk mendapatkan nilai kekasaran permukaan dari hasil proses pemesinan tersebut diukur dengan alat ukur kekasaran type Mitutoyo SV400. Nilai kekasaran tertinggi didapat 11.24 ?m pada hasil pemotongan dengan tool roughing end mill arah pemotongan down cut pada kecepatan potong 60 m/menit dengan kedalaman potong 0.25 mm. &#13;
&#13;
</note>
 <subject authority="">
  <topic>MACHINE ENGINEERING</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>MILLING TOOLS</topic>
 </subject>
 <classification>1</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>11062</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2014-12-31 11:33:09</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-03-31 10:13:04</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>