<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="110600">
 <titleInfo>
  <title>AKTIVITAS ENZIM PEROKSIDASE TERHADAP KETAHANAN BEGOMOVIRUS PADA BEBERAPA GENOTIPE CABAI HIAS (CAPSICUM ANNUUM L.) IPB YANG DIBERI MIKORIZA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Siti Khairunnisa</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian Agroteknologi</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Salah satu produk hortikultura yang permintaannya meningkat adalah cabai yang&#13;
berfungsi sebagai tanaman pangan dan tanaman hias. Penyakit keriting kuning yang&#13;
disebabkan oleh begomovirus merupakan salah satu kendala yang menghambat&#13;
pertumbuhan industri cabai. Daun muda yang memiliki urat yang jelas, ketebalan urat, dan&#13;
gulungan daun adalah beberapa gejalanya. Infeksi Begomovirus tingkat lanjut menyebabkan&#13;
daun menyusut, berubah warna menjadi kuning cerah, tepi daun melengkung ke atas, dan&#13;
menghambat pertumbuhan tanaman. Tumbuhan merespons invasi patogen dengan memicu&#13;
sejumlah mekanisme pertahanan alami, seperti produksi enzim peroksidase. Aktivitas enzim&#13;
peroksidase dikaitkan dengan resistensi dan dapat dimanfaatkan, menurut penelitian tentang&#13;
resistensi penyakit. &#13;
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat apakah perlakuan genotipe, dosis&#13;
mikoriza dan interaksi antara keduanya berpengaruh terhadap aktivitas enzim peroksidase&#13;
dalam tubuh tanaman. Penelitian ini pula bertujuan untuk melihat apakah terdapat korelasi&#13;
antara aktivitas enzim peroksidase terhadap respon ketahanan tanaman terhadap penyakit&#13;
Begomovirus. Penelitian ini dilaksanakan di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Aceh.&#13;
Pembuatan ekstraksi dan larutan untuk sediaan enzim dilakukan di Laboratorium Ilmu dan&#13;
Teknologi Benih serta pengujian kadar enzim peroksidase menggunakan spektrofotometer&#13;
dilakukan di Laboratorium Genetika Dasar dan Pemuliaan Tanaman, Fakultas Pertanian,&#13;
Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK)&#13;
Faktorial dengan analisis data BNT, korelasi antara enzim peroksidase terhadap ketahanan&#13;
menggunakan analisis korelasi gabungan metode Pearson. &#13;
 Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor tunggal genotipe berpengaruh sangat &#13;
nyata pada tolak ukur masa inkubasi, skor gejala penyakit, kejadian penyakit, intensitas&#13;
penyakit, tinggi tanaman, tinggi dikotomus, diameter batang, lebar tajuk, panjang daun, lebar&#13;
daun, dan luas daun. Faktor tunggal genotipe berpengaruh nyata pada tolak ukur jumlah&#13;
cabang sekunder dan tidak berpengaruh nyata pada tolak ukur aktivitas enzim peroksidase.&#13;
Faktor tunggal mikoriza berpengaruh sangat nyata pada tolak ukur lebar tajuk. Faktor&#13;
tunggal mikoriza berpengaruh nyata pada tolak ukur masa inkubasi dan panjang daun, serta&#13;
tidak berpengaruh nyata pada tolak ukur aktivitas enzim peroksidase, skor gejala, kejadian&#13;
penyakit, intensitas penyakit, tinggi tanaman, tinggi dikotomus, diameter batang, jumlah&#13;
cabang sekunder, lebar daun dan luas daun. Interaksi antara genotipe dan mikoriza pada&#13;
penelitian ini hanya menunjukkan pengaruh nyata pada tolak ukur lebar tajuk, dan tidak&#13;
berpengaruh nyata pada selain tolak ukur tersebut. Hasil menunjukkan bahwa tidak adanya&#13;
hubungan yang signifikan antara aktivitas enzim peroksidase terhadap respon ketahanan&#13;
tanaman cabai hias.&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>CHILI</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>HOT SPICES - AGRICULTURE</topic>
 </subject>
 <classification>633.84</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>110600</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-05-17 12:27:04</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-05-17 15:54:15</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>