<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="110594">
 <titleInfo>
  <title>KEARIFAN EKOLOGIS DALAM MITOS MASYARAKAT ACEH UTARA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Salsabilla Julnadi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas KIP Magister Pendidikan Bahasa Indonesia</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan bentuk kearifan ekologis dalam mitos masyarakat Aceh Utara, (2) mendeskripsikan prinsip kearifan ekologis dalam mitos masyarakat Aceh Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data berupa (1) teknik wawancara, (2) teknik rekam, dan (3) teknik catat. Data penelitian ini adalah mitos yang diperoleh dari sumber data masyarakat Aceh Utara dalam lima kecamatan. Jumlah data dalam penelitian ini adalah 142 yang terdiri atas 51 data bentuk kearifan ekologis dan 92 data prinsip-prinsip kearifan ekologis. Langkah-langkah analisis data meliputi pengolahan data dengan cara mentranskripkan hasil wawancara dari informan, menerjemahkan hasil transkrip ke dalam bahasa Indonesia, klasifikasi data, analisis data, dan merumuskan simpulan. Hasil penelitian adalah sebagai berikut. Pertama, di dalam mitos masyarakat Aceh Utara terdapat bentuk kearifan ekologis yang terdiri atas (1) rantai dan jaring makanan, (2) habitat dan relung, (3) populasi dan komunitas, (4) ekosistem, sedangkan bentuk kearifan bioma tidak ditemukan. Hal ini karena mitos terkait kearifan bioma belum dibicarakan oleh masyarakat Aceh Utara. Dari keempat bentuk kearifan ekologis yang didapat, bentuk kearifan ekosistem lebih banyak ditemukan. Kedua, dalam mitos masyarakat Aceh Utara terdapat prinsip-prinsip kearifan ekologis. Melalui prinsip ini masyarakat menyampaikan prinsip moral terhadap lingkungan melalui mitos. Adapun prinsip-prinsip kearifan ekologis dalam mitos masyarakat Aceh Utara adalah (1) sikap hormat terhadap alam, (2) prinsip tanggung jawab, (3) solidaritas kosmis, (4) prinsip kasih sayang dan kepedulian terhadap alam, (5) prinsip tidak menzalimi, dan (6) prinsip hidup sederhana dan selaras dengan alam. Prinsip keadilan, prinsip demokrasi, dan prinsip integritas moral tidak ditemukan dalam mitos masyarakat Aceh Utara. Prinsip-prinsip tersebut lebih mengarah kepada pejabat publik, sedangkan mitos yang ada dalam masyarakat Aceh Utara murni dari hasil penciptaan masyarakat itu sendiri.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>MYTH - LITERATURE</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>ECOLOGISM</topic>
 </subject>
 <classification>808.801 5</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>110594</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-05-17 09:29:29</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-05-17 10:02:54</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>