<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="110562">
 <titleInfo>
  <title></title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ANDARA SALSABIELLA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Gigi</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Karies gigi didefinisikan sebagai penyakit pada rongga mulut yang disebabkan oleh pergerakan mikroorganisme pada jaringan keras gigi (email, dentin, sementum). Sesuai Pusdatin KEMENKES (2018), prefalensi karies gigi di Indonesia sebesar 88,8%. Anak-anak berusia 5-9 tahun mempunyai taraf dominasi 92,6%. Dampak yang ditimbulkan akibat karies pada anak dapat menghambat proses perkembangan, salah satunya adalah tingkat kecerdasan semakin menurun dan apabila terjadi terus menerus dalam jangka waktu yang panjang akan mempengaruhi kualitas hidup anak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dampak karies gigi terhadap kualitas belajar pada siswa/siswi kelas 3 dan 4 SDN 27 Banda Aceh. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metodologi cross-sectional. Penelitian ini dilakukan pada 149 siswa menggunakan teknik total sampling dengan pemilihan subjek yang mengalami karies gigi dengan kedalaman D5 sampai D6. Hasil penelitian yang disajikan menunjukkan bahwa siswa/siswi saat mengalami karies gigi tidak mempengaruhi kualitas mereka dalam belajar. Hal ini dibuktikan dimana sebanyak 91% anak tidak pernah mengalami kesulitan dalam memahami materi pelajaran karena sakit gigi. Namun juga ditemukan hampir 50% anak sering mengeluhkan rasa sakit pada gigi berlubang, hal tersebut membuat anak tidak nyaman saat belajar, dan tidak sedikit anak yang tidak mengerjakan tugas akibat sakit gigi berlubang. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dampak karies pada gigi tidak berpengaruh pada kualitas belajar anak dikarenakan banyak faktor-faktor lainnya yang lebih mempengaruhi pada kualitas belajar anak.&#13;
Kata kunci : Karies, Anak-anak, Dampak, Kualitas Belajar</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>CARIES - DENTISTRY</topic>
 </subject>
 <classification>617.67</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>110562</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-05-15 11:00:04</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-05-15 16:08:07</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>