<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="110491">
 <titleInfo>
  <title>INTERPRETASI ANOMALI MEDAN MAGNETIK TOTAL PADA BENTENG KUTA BATEE, TRUMON, ACEH SELATAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Badrul Munir</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA Magister Fisika</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Benteng Kuta Batee merupakan situs arkeologi yang berada di Desa Keude Trumon, Kecamatan Trumon, Aceh Selatan yang memiliki sejarah panjang dimasa lampau, Situs Benteng Kuta Batee perlu dilakukannya revitalisasi untuk meningkatkan nilai-nilai penting dari situs arkeologi. Upaya awal untuk melestarikan situs peninggalan sejarah tersebut dengan mengeksplorasi struktur-struktur situs arkeologi yang tertimbun dibawah permukaan dengan penerapan metode geofisika yaitu metode magnetik. Metode magnetik mampu menginvestigasi bawah permukaan berdasarkan perbedaan medan magnetik yang disebabkan oleh sifat magnetitasi struktur bawah permukaan. Sebanyak 941 stasiun pengukuran yang terdistribusi secara grid pada jarak spasi 2 m diterapkan untuk mencakup kawasan situs bangunan benteng seluas 52x50 m. Secara umum, bentuk anomali dari hasil pemetaan anomali medan magnetik berupa pola berbentuk lingkaran dan pola berbentuk memanjang. Metode transformasi yang dilakukan untuk memudahkan interpretasi adalah metode sinyal analitik. Pada data hasil transformasi juga dilakukan proses filter vertikal derivatif, total horizontal derivatif, tilt derivatif dan filter total horizontal derivatif tilt yang berfungsi untuk memperjelas bentuk struktur di bawah permukaan. Hasil setiap pemfilteran mampu mendelineasikan posisi bangunan utama dan struktur anomali pada situs. Hasil pemetaan struktur situs yang lebih detail hanya dapat dilihat dengan filter tilt derivatif dan total horizontal derivatif tilt. Metode filter ini mampu mengidentifikasikan adanya anomali berbentuk lingkaran, memanjang, dan persegi di kawasan situs Benteng Kuta Batee. Pola anomali tersebut diasumsikan sebagai struktur sumur, struktur terowongan, kubah, dan bangunan benteng. Bagaimanapun penerapan metode geofisika lain dan ekskavasi perlu diterapkan untuk memvalidasi hasil pada penelitian ini.&#13;
&#13;
Keyword: Geoarkeologi, metode magnetik, transformasi sinyal analitik, Benteng Kuta Batee Trumon.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>MAGNETIC FIELDS (EARTH)</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>MAGNETISM - PHYSICS</topic>
 </subject>
 <classification>538.7</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>110491</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-05-09 15:33:26</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-05-19 15:28:41</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>