<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="110475">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS PERBANDINGAN PERILAKU BALOK BETON BERTULANG MUTU ULTRA TINGGI DENGAN METODE ELEMEN HINGGA NON-LINEAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ladini Adjari</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Sipil</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Balok merupakan salah satu struktur yang ada didalam sebuah konstruksi bangunan, yang tujuannya untuk mengalirkan beban kekolom kemudian kepondasi. Kegagalan pada balok akan berdampak runtuhnya struktur bangunan yang terhubung dengannya. Kesalahan perencanaan pada balok dapat berdampak melemahnya kekuatan balok terhadap beban lentur dan geser. Beton merupakan salah satu material yang banyak digunakan dalam pembangunan konstruksi salah satunya adalah gedung. Beton sendiri memiliki banyak jenisnya mulai dari beton ringan, beton bertulang, beton mortar dan sebagainya. Beton mutu ultra tinggi merupakan jenis beton yang mana memiliki tingkat ketahanan yang lebih tinggi dari pada jenis beton yang lain, kuat tekan beton ini sendiri bisa mencapai 150 MPa hingga 250 MPa. Selain tingkat ketahanan yang tinggi beton ini memiliki fungsi dimana dimensi struktur yang diperlukan dalam konstruksi dapat lebih ramping dari pada jenis beton yang lainnya. Penelitian ini berfokus ke perilaku beton bertulang mutu ultra tinggi dengan memberikan dua buah beban vertikal ditengah bentangnya. Benda uji dibedakan menjadi BMUT-Normal dan BMUT-Subsitusi. Proses analisis menggunakan sebuah program komputer ATENA V5 yang sudah berlisensi. Kedua benda uji dalam program komputer ini dibedakan dengan kuat tekan, kuat tarik, modulus elastisitas beton, modulus elastisitas baja tulangan. Data yang digunakan menggunakan data penelitian Pratama 2018 yang telah dilakukan secara eksperimental. Penelitian ini memperoleh hasil untuk BMUT-Normal beban ultimit 22,40 ton, lendutan ultimit 41,22 mm, retakan awal terjadi ketika pembebanan mencapai 21%, pola retak yang dihasilkan merupakan lentur dan geser jenis keruntuhannya adalah lentur, daktilitas diperoleh 5,164 dan momen lentur sebesar 78,4 KN.  Hasil pada BMUT-Subsitusi yaitu beban ultimit 22,20 ton, lendutan ultimit 40,34 mm, retakan awal terjadi ketika beban mencapai 21%, pola retak yang dihasilkan adalah lentur dan geser jenis keruntuhannya adalah lentur, daktilitas diperoleh 5,429 dan momen lentur sebesar 77,7 KN.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>REINFORCED CONCRETE - STRUCTURAL ENGINEERING</topic>
 </subject>
 <classification>624.183 41</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>110475</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-05-08 16:18:12</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-05-15 16:07:06</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>