<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="110457">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN UPAYA PENCEGAHAN KOMPLIKASI PERITONITIS PADA PASIEN YANG MENJALANI TERAPI CONTTNOUS AMBULATORY PERITONEAL DIALYSIS (CAPO) DI BANDA ACEH DAN ACEH BESAR TAHUN 2013</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Irma Abdiasari</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Keperawatan</publisher>
   <dateIssued>2013</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Continous   Ambulatory   Peritoneal   Dialisis   (CAPD)   merupakan   suatu bentuk  dialisis   yang  dilakukan  pada banyak  pasien  penyakit   renal  stadium terminal.   Terapi   dialisis   ini   berlangsung   secara   kontinyu   dan  pasien   harus menjalani dialisis selama 24 jam per hari.  Berbagai komplikasi dapat timbul pada penanganan  CAPD  salah  satunya  adalah  peritonitis.   Upaya  untuk  mencegah peritonitis dapat  dilakukan  baik oleh perawat maupun oleh pasien sendiri. Tujuan penelitian  ini  adalah  untuk  mengetahui  hubungan  pengetabuan  dengan  upaya pencegahan komplikasi peritonitis pada pasien CAPD. Penelitian ini menggunakan jenis deskriptif korelasi dengan  desain  cross  sectional  study.  Teknik  pengambilan sampel   pada   penelitian   ini   adalah   total   sampling   dengan   30   responden. Pengumpulan   data  dengan  menggunakan   kuesioner  yang  terdiri  dari  41   item pernyataan dengan metode wawancara. Penelitian  dilakukan pada tanggal  25 Juni sampai  6 Juli  2013.  Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa  tidak ada  hubungan antara pengetahuan  denga upaya pencegahan  komplikasi  peritonitis  pada pasien yang menjalani terapi CAPd (p=  0,057 &gt; nilai  a 0,05), dengan deskripsi  sebagai berikut:   dari   19  responden   yang   memiliki   pengetahuan   tinggi,  terdapat   11 responden  (84,6%)  memiliki  upaya  pencegahan  baik dan  8 respondea  (47, I%) memiliki   upaya   pencegahan   kurang.   Kemudian,    11 responden   mempunyai pengetahuan  rendah, terdapat 2 responden  (15,4%)  memiliki  upaya pencegahan baik dan 9 responden   (52,9%)  memiliki  upaya pencegahan   kurang.  Diharapkan kepada Rumah  Sakit agar mengadakan  pelatihan  bagi pasien  tentaog  perawatan CAPD  dalam  upaya  pencegahan  peritonitis  secara  kontinyu  minimal  2  tahun sekali.&#13;
&#13;
Kata  kunci:   Continous  Ambulatory  Peritoneal  Dialysis,   Pengetahuan,  Upaya pencegahan, Peritonitis&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>110457</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-05-08 10:20:59</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-05-08 10:20:59</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>