<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="110437">
 <titleInfo>
  <title>DETERMINAN PENGANGGURAN DI INDONESIA PADA MASA PANDEMI COVID-19</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Dina Intan Fitria</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Studi Magister Ilmu Ekonomi</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pengangguran merupakan salah satu masalah utama dalam pembangunan ekonomi di Indonesia pada masa pandemi covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peluang seseorang menjadi pengangguran di Indonesia selama pandemi Covid-19 yang dipengaruhi oleh karakteristik individu  dan karakteristik rumah tangga. Dengan menggunakan data Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS) Agustus 2020 penelitian ini menggunakan model regresi logistik, hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peluang yang signifikan antara karakteristik individu yaitu umur, jenis kelamin, status kepala rumah tangga, status perkawinan, tingkat pendidikan, pelatihan, pengalaman kerja, dan karakteristik rumah tangga yaitu jumlah anggota rumah tangga terhadap pengangguran. Sedangkan lokasi rumah tangga tidak signifikan.  Hasil temuan juga memperlihatkan bahwa angkatan kerja usia muda dengan rentang umur 15-24 tahun lebih berpeluang 2,69 kali menjadi pengangguran sedangkan pada jenis kelamin perempuan lebih memiliki peluang 0.45 kali menjadi pengangguran dibandingkan laki-laki. Hal ini menunjukkan perempuan lebih berpeluang menjadi pengangguran sehingga pemerintah diharapkan fokus menyediakan fasilitas untuk meningkatkan human capital angkatan kerja muda perempuan seperti menciptakan program pelatihan kerja dan penguasaan informasi dan teknologi mengingat adanya perubahan zaman digital.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Pengangguran, Pandemi Covid-19, Sakernas, Logit.&#13;
 &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>UNEMPLOYMENT - ECONOMICS</topic>
 </subject>
 <classification>331.137</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>110437</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-05-03 13:29:07</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-05-05 10:14:27</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>