<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="110411">
 <titleInfo>
  <title>BIOEKOLOGI EKOSISTEM NYPA FRUTICANS (WURMB.) DI PESISIR BARAT ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Dewi Fithria</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pasca Sarjana (S3)</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Dissertation</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Nipah (Nypa fruticans Wurmb.) berasal dari suku Palmae, hidup di sepanjang sungai dan dipengaruhi oleh pasang surut air laut. Nypa fruticans merupakan bagian dari hutan mangrove, yang tumbuh padat pada wilayah-wilayah tertentu dengan membentuk habitat murni di sepanjang sungai dekat muara hingga air payau. Nypa merupakan penyusun utama hutan mengrove dengan komposisi vegetasi berkisar 30% dari total luas kawasan. Estimasi luas mangrove di Indonesia adalah 3.244.018,46 ha, diperkirakan 973.205,54 ha merupakan habitat Nypa fruticans.  &#13;
	Kondisi lingkungan perairan estuari akan berpengaruh terhadap eksistensi populasi Nypa fruticans baik dalam bentuk jumlah, komposisi maupun distribusinya. Jumlah dan komposisi Nypa fruticans dapat menjadi petunjuk dari eksistensi keberadaan populasi Nypa fruticans di perairan estuari. Adapun nilai kepadatan dapat pula memberi  petunjuk terhadap  kondisi  baik  (kepadatan tinggi) ataupun kondisi rusak (kepadatan rendah) terhadap populasi N. frutians. Sedangkan  distribusi Nypa fruticans menggambarkan pola sebaran populasi Nypa fruticans dalam kondisi tersebar merata (uniform), tersebar berkelompok (clupped) serta tersebar acak (random). &#13;
	Potensi sumberdaya ekosistem Nypa fruticans yang bernilai ekonomi tersebut akan terus memberikan manfaat yang tinggi terhadap masyarakat setempat. Untuk mendukung potensi sumberdaya ekosistem Nypa fruticans secara ekonomi dan ekologis diperlukan upaya konservasi di wilayah pesisir  Barat Aceh. Konservasi ekosistem Nypa fruticans menjadi solusi bagi keberlanjutan sumberdaya di Pesisir Pantai Barat Aceh. Penelitian ini dilaksanakan dalam 6 sub pokok bahasan. &#13;
	Sub pokok bahasan penelitian 1 menjelaskan tentang kepadatan dan distribusi nipah nypa fruticans di pantai barat aceh. Populasi nipah di pantai barat Aceh saat ini terancam rusak yang diakibatkan karena terjadinya alih fungsi lahan menjadi perkebunan, tambak, pelabuhan, dan kawasan pemukiman. Selain itu, potensi pencemaran diwilayah pesisir juga semakin meningkat seiring dengan peningkatan jumlah penduduk dan aktivitas masyarakat yang menghasilkan zat pencemar yang dapat menekan kepadatan dan persebaran nipah. Hal ini berimplikasi pada perlunya perencanaan strategi pengelolaan nipah yang berkelanjutan untuk mempertahankan fungsi ekologi, fisik, dan ekonominya. &#13;
Sub pokok bahasan penelitian 2 menjelaskan tentang komposisi jenis fitoplankton dan kandungan nutrisi di ekosistem nypa fruticans pantai barat Aceh. Berdasarkan kandungan nitrat dan nitrit, perairan Kuala Bubon dan Kuala Tadu tergolong mesotrofik, sedangkan berdasarkan kandungan fosfat kedua lokasi tergolong perairan hipertrofik dengan kekayaan spesies yang kurang dan kelimpahan fitoplankton yang rendah serta keberadaan spesies yang dominan. Temuan ini merupakan peringatan dini bahwa perairan tersebut telah tercemar bahan organik. Dinophyceae dan Bacillariophyceae merupakan kelompok fitoplankton yang dominan di kedua lokasi. Sebagai tambahan, Amfisolenia bidentat dan Haramonassp. merupakan spesies dominan di Kuala Tadu. &#13;
Sub pokok bahasan penelitian 3 menjelaskan tentang valuasi ekonomi total pada ekositem nypa fruticans di pantai barat Aceh. Valuasi ekonomi ekosistem mangrove dapat diukur dengan menggunakan model pengukuran nilai ekonomi sumberdaya. Nilai ekonomi total sumberdaya alam merupakan penjumlahan dari nilai guna (use value) dan nilai non guna (non-use value). Nilai guna terdiri dari nilai guna langsung (direct use value), nilai guna tak langsung (indirect use value) dan nilai pilihan (option value). Sedangkan nilai non guna terdiri dari nilai keberadaan (existence value), dan nilai warisan (bequest value). Nilai ekonomi total yang dihasilkan mangrove habitat Nypa fruticans di pesisir Barat Aceh yaitu sebesar Rp1.781.438.375,3 terdiri dari nilai guna langsung (direct use value) sebesar Rp. 1.159.460.000,-, nilai guna tidak langsung (indirect use value) sebesar Rp 583.988.000,-, nilai pilihan (option value) sebesar Rp 22.848.300, nilai keberadaan (existence value) sebesar Rp 6.558.962,26 dan nilai warisan (bequest value) sebesar Rp 8.583.113,-. &#13;
Nilai guna langsung (direct use value) memberikan kontribusi lebih besar daripada nilai guna tidak langsung (indirect usevalue). Nilai guna langsung yang terbesar terdapat dari niai guna perikanan pada nilai guna kerang.&#13;
Sub pokok bahasan penelitian 3 menjelaskan tentang Berdasarkan parameter fisik-kimia sebagai indikator evaluasi kesesuain lahan pada ekosistem Nypa fruticans, didapatkan nilai skor yang tinggi untuk kawasan konservasi. Namun demikian nilai skor tersebut belum dapat menigkatkan nilai Indeks Kesesuaian Konservasi (IKK) secara keseluruhan. Nilai IKK di kedua kawasan Kuala Bubon dan Kuala Tadu berada pada kelas S3 (sesuai bersyarat). Ekosistem mangrove tunggal (nipah) sebagai indikator biologi yang terdapat di kedua kawasan menjadi penyebab rendahnya nilai IKK di kawasan Pesisir Aceh Barat, masih banyak memiliki syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi, sehingga dapat dijadikan sebagai kawasan koservasi. Meskipun demikian kawasan ini masih layak untuk dijadikan sebagai kawasan konservasi ekosistem Nypa futicans.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>ECOLOGY - PLANTS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>PHYTOPLANKTON - FRESHWATER</topic>
 </subject>
 <classification>581.7</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>110411</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-04-18 11:17:06</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-05-03 11:01:15</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>