<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="110390">
 <titleInfo>
  <title>PREVALENSI EARLY CHILDHOOD CARIES (ECC) DAN DISTRIBUSI FAKTOR RISIKO (STUDI PADA ANAK PRASEKOLAH DI TK CINTA ANANDA, TK BUNGONG SEULEUPOK, DAN TK FKIP UNSYIAH KECAMATAN SYIAH KUALA KOTA BANDA ACEH)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Alia Nafisa</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Gigi (S1)</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Latar Belakang: Early Childhood Caries (ECC) merupakan penyakit jaringan keras gigi yang umum dijumpai pada anak anak dengan usia dibawah 71 bulan. Penyakit ini bersifat kompleks dengan ciri khas berupa kemunculan satu atau lebih lesi karies pada permukaan gigi sulung. Early Childhood Caries (ECC) pada prinsipnya memiliki etiologi yang sama dengan karies pada orang dewasa, yakni host, substrat, mikroorganisme (S. mutans), dan waktu. Beberapa faktor pendukung terjadinya ECC antara lain riwayat kelahiran bayi yang dibawah normal, pemberian ASI ekslusif, status sosial ekonomi keluarga, pola dan kebiasaan konsumsi susu, pola diet, serta perilaku dalam menjaga kebersihan rongga mulut anak. Tingkat prevalensi ECC di Indonesia masih tergolong tinggi dengan prevalensi yang berbeda-beda. Tujuan: untuk mengetahui prevalensi ECC dan distribusi faktor risiko. Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif dengan desain cross sectional study pada anak usia 4-6 tahun yang bersekolah di TK Cinta Ananda, TK Bungong Seuleupok, dan TK FKIP Unsyiah Kecamatan Syiah Kuala Kota Banda Aceh. Subjek yang memenuhi kriteria inklusi berjumlah 123 anak. Subjek diseleksi dengan memberikan informed contsent dan kuesioner yang diisi dan ditandatangani oleh orang tua subjek. Pengumpulan data diperoleh dari pemeriksaan klinis rongga mulut langsung terhadap subjek dengan menggunakan pengukuran Debris Index dan tipe ECC menurut Wynne (1999). Hasil pemeriksaan dicatat di borang pemeriksaan dan didokumentasikan. Hasil: Prevalensi ECC di Kecamatan Syiah Kuala mencapai 87% dan free caries 13%. Frekuensi tingkat keparahan ECC tipe 1 sebanyak 28 anak (22,8%), tipe 2 sebanyak 52 anak (42,3%), dan tipe 3 sebanyak 27 anak (21,9%) dengan distribusi faktor faktor risiko yang bervariasi. Kesimpulan: Angka prevalensi ECC pada anak usia prasekolah di 3 TK dalam kawasan Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh tergolong tinggi dengan angka kejadian ECC sebesar 107 dari 123 anak (87%). &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>CARIES - DENTISTRY</topic>
 </subject>
 <classification>617.67</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>110390</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-04-14 11:00:07</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-05-02 12:13:12</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>