<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="110386">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS INTERFACE ANTARA GIGI DENGAN MATERIAL RESTORASI GIC DAN ACTIVA MENGGUNAKAN SEM-EDX MAPPING</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Zahida Dara Nadira</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Gigi</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Interface dapat didefinisikan sebagai bidang yang membentuk batas antara dua&#13;
bagian dari suatu material atau ruang. Batas pertemuan antara dua material ini&#13;
terdiri dari wilayah atau zona interaksi yang saling mempengaruhi satu sama lain.&#13;
Integritas interface antara gigi dengan material restorasi dapat menjadi prekursor&#13;
karies serta penuruanan kualitas restorasi seperti diskolorasi marginal bahkan&#13;
kegagalan restorasi, sehingga membuktikan pentingnya kemampuan adhesi&#13;
suatu material restorasi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis&#13;
pengukuran celah interfasial, komposisi unsur, dan persebaran unsur pada&#13;
interface antara gigi dengan material restorasi GIC (Fuji IX GP, GC Corp.) dan&#13;
Activa (Pulpdent Corp.) menggunakan uji SEM-EDX mapping setelah 1 bulan&#13;
polimerisasi secara in-vitro. Gigi premolar rahang atas dipreparasi sesuai bentuk&#13;
kavitas kelas V (G.V. Black), direstorasi dengan material restorasi GIC dan&#13;
Activa, dan disimpan dalam inkubator suhu 37°C selama 1 bulan. Kemudian&#13;
spesimen dipotong secara longitudinal dan transversal untuk diuji menggunakan&#13;
SEM-EDX mapping (Prisma E ThermoScientific) dengan perbesaran 70x dan&#13;
100x. Hasil analisis menunjukkan rata-rata celah interfasial yang lebih besar&#13;
pada material restorasi GIC (email = 8,792 μm, dentin = 14,431 μm). Unsur C,&#13;
O, P, Ca, dan Na dapat terdeteksi pada kedua kelompok spesimen, namun&#13;
terdapat beberapa unsur yang hanya terdeteksi pada material restorasi GIC (Al,&#13;
F, dan Mg) dan Activa (Si dan N). Interface antara gigi dengan material restorasi&#13;
Activa menunjukkan adaptasi marginal yang lebih baik dan rata – rata celah&#13;
interfasial yang lebih kecil dibandingkan dengan material restorasi GIC. Namun,&#13;
interface dengan material restorasi GIC menujukkan deposisi fluoride dan&#13;
potensi remineralisasi yang lebih baik dibandingkan dengan Activa.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>DENTAL RESTORATION</topic>
 </subject>
 <classification>617.69</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>110386</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-04-13 13:35:00</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-05-05 10:35:12</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>