HUBUNGAN SANITASI LINGKUNGAN TERHADAP TERJADINYA PENYAKIT INFEKSI MENULAR PADA BALITA STUNTING DI PUSKESMAS MUARA SATU KOTA LHOKSEUMAWE | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

HUBUNGAN SANITASI LINGKUNGAN TERHADAP TERJADINYA PENYAKIT INFEKSI MENULAR PADA BALITA STUNTING DI PUSKESMAS MUARA SATU KOTA LHOKSEUMAWE


Pengarang

Shyafa Diba Azizi - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Nevi Hasrati Nizami - 198404172019032010 - Dosen Pembimbing I
Nova Fajri - 198711242019032020 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

1912101010010

Fakultas & Prodi

Fakultas Keperawatan / Ilmu Keperawatan (S1) / PDDIKTI : 14201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Keperawatan., 2023

Bahasa

Indonesia

No Classification

571.98

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Kasus stunting di kota Lhokseumawe berada pada urutan ke-17 dari 24 wilayah di provinsi Aceh sebesar 27,4%. Balita stunting pada bulan Juni tahun 2022 sebanyak 1.276 dari 21.618 (5,9%). Sanitasi lingkungan merupakan suatu penyebab terjadinya stunting yang meliputi keadaan lingkungan yang tidak sehat, seperti akses air bersih, pengelolaan jamban, pengelolaan limbah dan pengelolaan sampah yang dapat memicu berbagai jenis penyakit seperti diare, hepatitis B serta penyakit lainnya. Selain itu riwayat penyakit infeksi seperti diare dan ISPA juga dapat menghambat pertumbuhan balita jika tidak ditangani dengan cepat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan sanitasi lingkungan terhadap terjadinya penyakit infeksi menular pada balita stunting di Puskesmas Muara Satu Kota Lhokseumawe. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain deskriptif kolerasi. Populasi penelitian adalah 259 balita. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling dengan jumlah sampel 173 responden. Alat pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu kuesioner yang disusun oleh peneliti untuk melihat kualitas air bersih, pengelolaan jamban, pengelolaan limbah dan pengelolaan sampah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara kualitas air bersih terhadap terjadinya penyakit infeksi menular pada balita stunting (p-value > 0,005) sedangkan untuk pengelolaan jamban, pengelolaan limbah dan pengelolaan sampah memiliki hubungan yang signifikan terhadap terjadinya penyakit infeksi menular pada balita stunting (p-value < 0,005). Diharapkan pihak puskesmas melakukan sosialisasi terkait sanitasi lingkungan dan penyakit infeksi menular yang dapat berpengaruh terhadap terjadinya kegagalan pertumbuhan (stunting) di Wilayah Kerja Puskesmas Muara Satu Kota Lhokseumawe.

Stunting cases in the municipality of Lhokseumawe are in the 17th rank among other 24 regions in Aceh province at 27.4%. Stunted toddlers in June 2022 were 1,276 out of 21,618 (5.9%).Environmental sanitation is a cause of stunting including unhealthy environmental conditions, such as access to clean water, latrine management, waste management and garbage management which is able to trigger various types of diseases such as diarrhea, hepatitis B and other diseases. In addition, a history of infectious diseases such as diarrhea and ARI can obstruct the growth of toddlers if these are not treated quickly. The purpose of this study was to determine the correlation between environmental sanitation and occurrence of infectious diseases in stunting toddlers at Puskesmas Muara Satu, Lhokseumawe municipality. In this study, the quantitative with a correlation descriptive design was employed. Besides, the research population was 259 toddlers. The sampling technique applied was purposive sampling with a total sample of 173 respondents. Moreover, the data collection tool in this study was a questionnaire designed by researchers to examine the quality of clean water, latrine management, waste management and garbage management. The results showed that there was no correlation between the quality of clean water and the occurrence of infectious diseases in stunted toddlers (p-value > 0.005) while for latrine management, waste management and garbage management had a significant correlation to the occurrence of infectious diseases in stunted toddlers (p -value < 0.005). It is recommended that Puskesmas socialize with the people related to environmental sanitation and infectious infectious diseases which can affect growth failure (stunting) in Puskesmas Muara Satu, Lhokseumawe municipality.

Citation



    SERVICES DESK