<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="110292">
 <titleInfo>
  <title>STRATEGI PONDOK PESANTREN DALAM MENANGGULANGI KENAKALAN REMAJA ( STUDI KASUS:</title>
  <subTitle>SANTRI PONDOK PESANTREN JABAL NUR JADID, DESA MEURANDEH, KABUPATEN ACEH BARAT DAYA)</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Afsri Rauzatul Ailma</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Politik</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Remaja merupakan bagian dari komunitas sosial yang majemuk yang memiliki&#13;
banyak potensi dan juga semangat serta merupakan komuntias terbesar dalam tatanan&#13;
sosial masyarakat di Indonesia. Remaja juga merupakan tunas bangsa karena masa&#13;
depan bangsa dan negara berada di pundak dan merupakan tanggung jawab remaja&#13;
Indonesia sendiri. Masa Remaja ini harus bisa diisi dengan hal-hal positif agar&#13;
potensi-potensi yang ada pada mereka dapat terarahkan dengan baik. Salah satu&#13;
Lembaga yang bisa mengarahkannya adalah pondok pesantren. Pondok Pesantren&#13;
Jabal Nur Jadid adalah salah satu pondok pesantren yang ada di kabupaten aceh barat&#13;
daya yang menerapkan system pesantren modern. Meskipun berada dipesantren&#13;
kenakalan remaja masih kerap terjadi, oleh sebab itu penulis menggunakan metode&#13;
kualitatif dalam menganilis permaslahan yang terjadi. Penulis berpatokan pada teori&#13;
Interaksi simbolik oleh Herbert Mead dengan menggunakan Teknik deskriptif dengan&#13;
mengumpulkan data primer dengan melakukan wawancara, observasi dan&#13;
dokumentasi yang kemudian datanya dianalisis melaui deskrptif analisis. Penulis&#13;
menemukan bahwa factor kenakalan remaja terjadi karena kaingin tahuan remaja dan&#13;
rasa jenuh santri dalam kegiatan pesantren, meskipun pihak pesantren telah&#13;
melakukan beberapa Tindakan dimulai dari Tindakan prevented, represif hingga&#13;
kuratif, namun jika tidak ada kerja sama antar pesantren, keluarga dan lingkungan&#13;
maka penanganan nya tidak akan maksimal.&#13;
Kata kunci : Santri, Kenakalan, Pondok Pesantren</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>JUVENILE DELINQUENCY</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>BOARDING SCHOOL</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>ADOLESCENT - SOCIAL ASPECTS</topic>
 </subject>
 <classification>364.36</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>110292</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-04-05 08:47:49</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-04-06 10:52:16</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>