<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="110280">
 <titleInfo>
  <title>PERBANDINGAN METODE GENERALIZED POISSON REGRESSION DAN REGRESI BINOMIAL NEGATIF PADA ANALISIS JUMLAH KASUS TUBERKULOSIS DI PROVINSI ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>DEVA JHUANDRA TASYANT</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA Statistika</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Analisis regresi merupakan sebuah metode yang digunakan untuk melihat hubungan atau pengaruh antara beberapa variabel, yang mana salah satu atau beberapa variabel dianggap memengaruhi variabel yang lain. Analisis regresi yang digunakan pada jenis data yang berdistribusi Poisson disebut dengan Analisis Regresi Poisson. Salah satu asumsi yang harus dipenuhi pada regresi Poisson adalah equidispersi, yaitu ketika nilai rata-rata sama dengan nilai varians. Namun, kondisi ini sangat jarang terjadi pada jenis data count. Kondisi yang sering ditemukan adalah ketika nilai varians lebih besar daripada nilai rata-rata atau disebut dengan overdispersi. Beberapa metode yang dapat digunakan dalam mengatasi masalah overdispersi diantaranya metode Generalized Poisson Regression (GPR) dan Regresi Binomial Negatif. Kedua metode ini akan diterapkan pada data jumlah kasus Tuberkulosis (TB) yang ada di Provinsi Aceh. TB merupakan sebuah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosis dan merupakan jenis penyakit menular. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan dua metode yaitu GPR dan Regresi Binomial Negatif pada jumlah kasus TB yang ada di Provinsi Aceh Tahun 2020, serta akan diperoleh faktor-faktor yang memengaruhi jumlah kasus TB dengan menggunakan metode terbaik. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik Provinsi Aceh yang terdiri atas 1 variabel respon dan 11 variabel prediktor dengan jumlah pengamatan sebanyak 23 kabupaten/kota di Provinsi Aceh. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa metode GPR merupakan metode terbaik dalam mengatasi kondisi overdispersi dikarenakan memiliki nilai AIC dan BIC yang lebih kecil dibandingkan metode Regresi Binomial Negatif. Meskipun demikian, kedua metode memberikan faktor signifikan yang sama dan diperoleh faktor-faktor yang memengaruhi jumlah kasus TB yang ada di Provinsi Aceh yaitu persentase masyarakat yang menerima jaminan kesehatan (X4), persentase rumah tangga yang memiliki akses terhadap air minum layak (X5) dan angka harapan hidup (X7). &#13;
Kata Kunci : Generalized Poisson Regression, Regresi Binomial Negatif, jumlah&#13;
kasus Tuberkulosis, overdispersi. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>110280</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-04-04 15:34:09</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-04-05 09:21:36</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>