<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="110276">
 <titleInfo>
  <title>IDENTIFIKASI CACING NEMATODA GASTROINTESTINAL PADA RUSA SEBELUM DAN SESUDAH DIBERI OBAT CACING OXFENDAZOLE DI TAMAN HEWAN PEMATANG SIANTAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>HAFIDH SULTHAN BARUS</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Rusa merupakan salah satu bagian dari keanekaragaman satwa liar yang dimiliki Indonesia dan termasuk ke dalam satwa ruminansia dari ordo Artiodactyla, famili Cervidae. Secara umum rusa dicirikan dengan tubuhnya ditutupi rambut sama seperti mamalia umumnya. Rusa jantan memiliki ranggah yang relatif besar, ramping, panjang dan bercabang. Rusa betina tidak memiliki ranggah, ukuran tubuh yang lebih kecil, dan memiliki waktu kebuntingan selama 8 bulan, dengan jumlah kelahiran tunggal. Masalah utama yang menyebabkan gangguan kesehatan hewan ruminansia adalah cacing saluran pencernaan. Salah satu jenis cacing yang banyak ditemukan pada saluran pencernaan pada hewan adalah cacing nematoda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cacing nematoda apa saja yang menginfeksi rusa di Taman Hewan Pematang Siantar, serta mengetahui apakah ada efek pemberian obat cacing oxfendazole terhadap cacing nematoda gastrointestinal yang menginfeksi rusa sebelum dan sesudah pemberian obat tersebut di Taman Hewan Pematang Siantar. Pengambilan sampel berasal dari 30 ekor  rusa, sampel yang diambil pertama adalah feses sebelum diberikan obat cacing. Lalu setelah dua hari rusa diberikan obat cacing yang mengandung oxfendazole, dua minggu kemudian sampel feses diperiksa kembali. Pemeriksaan sampel menggunakan metode sentrifus, metode apung dan metode McMaster. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ditemukan telur cacing pada feses rusa sebelum diberi obat cacing dari jenis nematoda gastrointestinal yaitu Telur cacing Strongyle, Strongyloides papillosus., dan Trichostrongylus sp. Pemeriksaan selanjutnya setelah diberi obat cacing masih ditemukan jenis nematoda gastrointestinal yaitu Telur cacing Strongyle. Obat oxfendazole masih efektif mengatasi cacing nematoda gastrointestinal pada rusa.&#13;
&#13;
Kata Kunci : rusa, nematoda gastrointestinal, oxfendazole&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>110276</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-04-04 15:11:26</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-04-05 09:13:49</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>