<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="110194">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS IN SILICO SENYAWA BAHAN ALAM DARI POGOSTEMON CABLIN BENTH. SEBAGAI  INHIBITOR PROTEIN ANTI-APOPTOSIS BCL-2 PADA KARSINOMA NASOFARING</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Aigia Syahraini</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA Biologi</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Resistensi kemoterapi dan radioterapi seringkali muncul pada stadium akhir dari Karsinoma Nasofaring (KNF). Penurunan respon KNF terhadap kemoterapi dan radioterapi terjadi karena penghambatan apoptosis sel kanker oleh protein B-Cell Lymphoma-2 (BCL-2). Oleh karena itu, penghambatan terhadap protein BCL-2 dapat menjadi pendekatan yang ampuh untuk pengobatan KNF melalui regulasi apoptosis. Di sisi lain, Pogostemon cablin Benth. dilaporkan memiliki sifat anti-kanker, namun belum banyak penelitian yang berkaitan dengan KNF. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi senyawa bioaktif dari P. cablin sebagai inhibitor protein anti-apoptosis BCL-2 menggunakan pendekatan in silico. Senyawa bioaktif dari P. cablin diperoleh dari database KNApSAcK dan dilakukan screening untuk melihat efek penghambatan pada protein BCL-2 melalui molecular docking dengan parameter yang diuji berupa binding energy, hidrofobisitas, dan interaksi kimia menggunakan perangkat lunak PyRx 0.9.5 yang digabungkan dengan molecular dynamics simulation menggunakan perangkat lunak YASARA versi 21 dengan parameter yang diuji yaitu root mean square deviation (RMSD) ligan, RMSD ligan movement, RMSD backbone, binding energy, jumlah ikatan hidrogen dan Root Mean Square Fluctuation (RMSF). Berdasarkan hasil molecular docking diperoleh bahwa apigenin 7-(6&quot;-p-coumarylglucoside) memiliki sifat penghambatan yang sangat baik terhadap protein BCL-2 dengan nilai afinitas energi -9.9 kkal/mol dan jumlah interaksi yang terbentuk sebanyak 21 ikatan. Tiga senyawa yang memiliki hasil docking paling baik yaitu apigenin 7-(6&quot;-p-coumarylglucoside), rhamnetin, dan apigenin kemudian dilanjutkan untuk molecular dynamic simulation (MDS). Berdasarkan hasil MDS diperoleh bahwa senyawa apigenin 7-(6&quot;-p-coumarylglucoside) memiliki kestabilan paling baik ketika disimulasikan selama 50 ns pada kondisi tubuh manusia. Secara umum, penelitian ini menunjukkan bahwa senyawa Apigenin 7-(6&quot;-p-coumarylglucoside) dari nilam memiliki potensi yang sangat baik sebagai inhibitor protein BCL-2 dan menjadi alternatif pengobatan terapi antikanker.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>110194</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-04-03 15:55:08</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-04-04 09:10:22</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>