<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="110191">
 <titleInfo>
  <title>ETHNICITY AS THE CAUSE OF POLITICAL INSTABILITY IN THE GAMBIA (THE CASE OF THE 2016- 2021 PRESIDENTIAL ELECTION)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Therese Mendy</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Politik</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
Identitas etnis memang penting dan memainkan peran penting dalam perjuangan politik di Afrika, seperti yang ditunjukkan oleh banyak penelitian. Identitas etnis penting di Afrika karena sangat penting untuk memperebutkan dominasi politik. Terlepas dari apa yang telah dilakukan mobilisasi etnis di sebagian besar negara Afrika, Gambia menikmati keragaman dan toleransi etnis hingga awal 2016, ketika mantan presiden Gambia, Yahya Jammeh, memperkenalkan etnisitas dalam politik sebagai alat untuk memobilisasi pemilih. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif eksplanatori. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana etnisitas menyebabkan kekerasan politik selama pemilihan presiden 2016 dan 2021 di Gambia. Studi ini menemukan bahwa pernyataan yang dibuat oleh kelompok etnis dan elit politik tertentu selama kampanye telah memicu kemarahan banyak orang, di mana mereka menghadapi kekerasan dengan berbagai cara, dan pilihan kandidat Anda juga dapat membuat Anda menghadapi kekerasan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerja sama dengan semua organisasi politik lain di Gambia memperkuat program pendidikan kewarganegaraan untuk mencerahkan warga tentang bahaya mengasosiasikan etnis dengan politik dan dampaknya terhadap negara dalam waktu dekat.&#13;
Kata kunci: Etnisitas, Mobilisasi, Gambia, kekerasan &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>110191</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-04-03 15:35:50</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-04-04 09:05:49</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>