IDENTIFIKASI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI STATUS GIZI REMAJA DI KABUPATEN ACEH BESAR MENGGUNAKAN ANALISIS REGRESI LOGISTIK ORDINAL | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

IDENTIFIKASI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI STATUS GIZI REMAJA DI KABUPATEN ACEH BESAR MENGGUNAKAN ANALISIS REGRESI LOGISTIK ORDINAL


Pengarang

RINA ARISKA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Nany Salwa - 197505292008122001 - Dosen Pembimbing I
Fitriana AR - 197410152006042002 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

1708108010039

Fakultas & Prodi

Fakultas MIPA / Statistika (S1) / PDDIKTI : 49201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas MIPA Statistika., 2023

Bahasa

Indonesia

No Classification

519.536

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Remaja merupakan aset agama, bangsa dan negara dalam peran sebagai penerus suatu bangsa yang produktif di masa depan, sehingga penting untuk memperhatikan status gizi remaja. Pada penelitian ini status gizi remaja dikategorikan menjadi 3 kategori, yaitu gizi buruk, gizi normal, dan obesitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi status gizi remaja di Kabupaten Aceh Besar menggunakan metode regresi logistik ordinal. Data yang digunakan merupakan data sekunder hasil dari survei gizi remaja di Kabupaten Aceh Besar pada tahun 2018 yang dilakukan di Lab Biostatistika Jurusan Statistika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Syiah Kuala. Survei ini melibatkan sebanyak 243 data remaja yang memiliki rentang usia 13 sampai 21 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 5 faktor yang memengaruhi secara signifikan terhadap status gizi remaja di Kabupaten Aceh Besar, yaitu: usia (X1), jenis kelamin (X2), tingkat sekolah remaja (X3), pekerjaan ayah/wali (X5), jumlah tanggungan orang tua (X9) dan berolahraga minimal 3 kali/minggu (X15). Remaja dengan usia middle (15–17 tahun) dan late (18 -21 tahun) cenderung memiliki gizi baik dibandingkan dengan remaja usia early (10-14 tahun). Remaja perempuan cenderung memiliki gizi baik 2,573 kali lebih besar dibandingkan remaja laki-laki. Remaja dengan tingkat sekolah SMA dan perguruan tinggi cenderung memiliki gizi buruk dibandingkan remaja dengan tingkat sekolah dibawah SMP. Remaja dengan pekerjaan ayah/wali sebagai wiraswasta dan lainnya cenderung memiliki gizi buruk dibandingkan remaja dengan pekerjaan ayah/wali sebagai PNS. Remaja dengan jumlah tanggungan orang tua 4-6 anak dan lebih dari 6 anak cenderung memiliki gizi buruk dibandingkan dengan jumlah tanggungan orang tua 0-3 anak. Remaja yang yang berolahraga minimal 3 kali/minggu cenderung memiliki gizi baik 1,774 kali lebih besar dibandingkan dengan kategori tidak berolahraga minimal 3 kali/minggu. Remaja yang mengonsumsi cairan/air yang cukup cenderung memiliki gizi baik 1,799 kali lebih besar dibandingkan dengan kategori tidak mengonsumsi cairan/air yang cukup.

Adolescents are assets of religion, nation and state in their role as productive successors of a nation in the future, so it is important to pay attention to the nutritional status of adolescents. In this study, the nutritional status of adolescents was categorized into 3 categories, namely malnutrition, normal nutrition, and obesity. This study aims to identify the factors that influence the nutritional status of adolescents in Aceh Besar District using ordinal logistic regression methods. The data used is secondary data resulting from a youth nutrition survey in Aceh Besar District in 2018 which was conducted at the Biostatistics Lab, Department of Statistics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Syiah Kuala University. This survey involved 243 data on adolescents ranging in age from 13 to 21 years. The results showed that there were 5 factors that significantly influenced the nutritional status of adolescents in Aceh Besar District, namely: age (X1), gender (X2), youth school level (X3), occupation of father/guardian (X5), number of dependents of parents (X9) and sports at least 3 times/week (X15). Adolescents with middle age (15-17 years) and late (18-21 years) tend to have good nutrition compared to adolescents at early age (10-14 years). Adolescent girls tend to have good nutrition 2.573 times greater than adolescent boys. Adolescents at the junior high school, high school and other levels tend to have poor nutrition compared to adolescents at the elementary school level. Adolescents whose fathers/guardians work as self-employed and others tend to have severe malnutrition compared to adolescents whose fathers/guardians work as civil servants. Adolescents with dependents of 4-6 children and more than 6 children tend to have malnutrition compared to those with 0-3 dependents of parents. Adolescents who exercise at least 3 times/week tend to have good nutrition 1.774 times greater than those who do not exercise at least 3 times/week. Adolescents who consume sufficient fluids/water tend to have good nutrition 1.799 times greater than those who do not consume sufficient fluids/water.

Citation



    SERVICES DESK