<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="110163">
 <titleInfo>
  <title>IDENTIFIKASI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI STATUS GIZI REMAJA DI KABUPATEN ACEH BESAR MENGGUNAKAN ANALISIS REGRESI LOGISTIK ORDINAL</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RINA ARISKA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA Statistika</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Remaja merupakan aset agama, bangsa dan negara dalam peran sebagai penerus suatu bangsa yang produktif di masa depan, sehingga penting untuk memperhatikan status gizi remaja. Pada penelitian ini status gizi remaja dikategorikan menjadi 3 kategori, yaitu gizi buruk, gizi normal, dan obesitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi status gizi remaja di Kabupaten Aceh Besar menggunakan metode regresi logistik ordinal. Data yang digunakan merupakan data sekunder hasil dari survei gizi remaja di Kabupaten Aceh Besar pada tahun 2018 yang dilakukan di Lab Biostatistika Jurusan Statistika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Syiah Kuala. Survei ini melibatkan sebanyak 243 data remaja yang memiliki rentang usia 13 sampai 21 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 5 faktor yang memengaruhi secara signifikan terhadap status gizi remaja di Kabupaten Aceh Besar, yaitu: usia (X1), jenis kelamin (X2), tingkat sekolah remaja (X3), pekerjaan ayah/wali (X5), jumlah tanggungan orang tua (X9) dan berolahraga minimal 3 kali/minggu (X15). Remaja dengan usia middle (15–17 tahun) dan late (18 -21 tahun) cenderung memiliki gizi baik dibandingkan dengan remaja usia early (10-14 tahun). Remaja perempuan cenderung memiliki gizi baik 2,573 kali lebih besar dibandingkan remaja laki-laki. Remaja dengan tingkat sekolah SMA dan perguruan tinggi cenderung memiliki gizi buruk dibandingkan remaja dengan tingkat sekolah dibawah SMP. Remaja dengan pekerjaan ayah/wali sebagai wiraswasta dan lainnya cenderung memiliki gizi buruk dibandingkan remaja dengan pekerjaan ayah/wali sebagai PNS. Remaja dengan jumlah tanggungan orang tua 4-6 anak dan lebih dari 6 anak cenderung memiliki gizi buruk dibandingkan dengan jumlah tanggungan orang tua 0-3 anak. Remaja yang yang berolahraga minimal 3 kali/minggu cenderung memiliki gizi baik 1,774 kali lebih besar dibandingkan dengan kategori tidak berolahraga minimal 3 kali/minggu. Remaja yang mengonsumsi cairan/air yang cukup cenderung memiliki gizi baik 1,799 kali lebih besar dibandingkan dengan kategori tidak mengonsumsi cairan/air yang cukup.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>REGRESSION ANALYSIS</topic>
 </subject>
 <classification>519.536</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>110163</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-04-03 11:01:56</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-04-03 12:10:29</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>