<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="110128">
 <titleInfo>
  <title>PEMETAAN DAN PENILAIAN BAHAYA BANJIR PASCA HUJAN EKSTREM KOTA BANDA ACEH, MEI 2020 MENGGUNAKAN DATA SAR SENTINEL</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RIEZKI MAISYAR</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA Fisika</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Banda Aceh adalah Ibukota Provinsi Aceh yang merupakan salah satu daerah yang rawan terhadap ancaman banjir. Banjir pada tanggal 8-9 Mei 2020 adalah salah satu peristiwa banjir besar yang pernah melanda Kota Banda Aceh. Banjir tersebut diakibatkan oleh hujan dengan intensitas tinggi selama dua hari berturut-turut. Penelitian ini menggunakan citra sentinel-1 wilayah Banda Aceh untuk mengidentifikasi, memetakan, menetapkan threshold value serta menilai bahaya sebaran banjir yang terjadi di wilayah tersebut.  Data citra satelit sentinel-1 yang digunakan adalah level-1 Ground Range Detected (GRD). Terdapat tiga tahapan utama yang dilakukan untuk pemrosesan citra banjir yaitu tahap Pre-Processing, Processing dan Post-Processing. Pada tahap Pre-Processing mencakup proses pemotongan citra, calibration dan speckle filtering. Tahap Processing mencakup proses penentuan nilai ambang batas (threshold) berdasarkan penilaian kualitatif dan tahap Post-Processing mencakup proses koreksi geometrik yang dilanjutkan dengan export hasil menjadi format geoTiff. Setelah melalui ketiga proses tersebut hasil yang telah di export divalidasi ke dalam Google Earth untuk menyesuaikan dengan daerah penelitian, sehingga dapat dilakukan proses pemetaan dan menghitung luas area genangan banjir secara otomatis menggunakan sebuah software. Dari peta yang dihasilkan dapat dilakukan penilaian bahaya banjir berdasarkan genangan air dari daerah yang terdampak. Hasil perhitungan luas genangan banjir yang teridentifikasi oleh citra radar menunjukkan Kecamatan Syiah Kuala mengalami genangan air paling luas yaitu seluas ± 579,68 ha akibat dari dataran yang rendah dan kemampuan resapan tanah yang mencapai titik jenuhnya, lalu Kuta Alam ± 284,21 ha dan Meuraxa ±167,63 ha. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa citra sentinel-1 mampu mengidentifikasi dan memetakan area genangan banjir di wilayah Banda Aceh.  &#13;
&#13;
Kata Kunci : Banjir, Pemetaan Banjir, Sentinel-1, Banda Aceh&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>110128</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-03-31 16:18:34</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-04-03 10:57:41</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>